← Beranda
5 Perbedaan Mobil HEV dan PHEV yang Perlu Dietahui sebelum Membeli
Dinarsa KurniawanSabtu, 25 April 2026 | 21.37 WIB
Ilustrasi dua mobil hybrid yang dijual di Indonesia. Toyota Innova Zenix hybrid (HEV) dan Chery Tiggo 8 CSH (PHEV). (Gemini AI)

 

 

 

JawaPos.com-Seiring meningkatnya minat terhadap kendaraan ramah lingkungan, mobil hybrid semakin diminati di Indonesia. Namun, masih banyak yang belum memahami perbedaan antara HEV (Hybrid Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).

Keduanya sama-sama menggabungkan mesin bensin dan motor listrik, tetapi memiliki karakteristik yang relatif berbeda.

Berikut ini adalah lima perbedaan utama antara mobil HEV dan PHEV yang penting untuk diketahui sebelum Anda memutuskan membeli.

1. Cara Mengisi Daya Baterai

Perbedaan paling mendasar terletak pada cara pengisian baterai.

HEV tidak perlu dicas dari sumber listrik eksternal karena baterainya diisi melalui mesin dan sistem regenerative braking.

Sebaliknya, PHEV bisa diisi ulang menggunakan listrik dari luar (plug-in), sehingga baterainya bisa terisi penuh tanpa harus bergantung pada mesin bensin.

 

2. Kapasitas dan Jarak Tempuh Listrik

PHEV memiliki kapasitas baterai yang lebih besar dibandingkan HEV.

Karena itulah, PHEV mampu berjalan dalam mode listrik murni dengan jarak yang lebih jauh, biasanya berkisar 30–80 km tergantung model.

Sementara itu, HEV hanya mampu berjalan dalam mode listrik dalam jarak sangat pendek dan lebih sering mengandalkan kombinasi mesin dan motor listrik.

 

3. Efisiensi Bahan Bakar

Dalam penggunaan harian, PHEV cenderung lebih hemat bahan bakar jika sering diisi daya listrik dan digunakan dalam jarak pendek.

HEV tetap efisien, terutama di kondisi lalu lintas padat, tetapi tidak bisa sehemat PHEV dalam skenario penggunaan tertentu karena tidak memiliki mode listrik murni jarak jauh.

 

Infografis perbedaan antara HEV dengan PHEV
Infografis perbedaan antara HEV dengan PHEV

 

4. Harga dan Biaya Kepemilikan

Mobil PHEV umumnya memiliki harga lebih mahal karena teknologi baterai yang lebih besar dan kompleks.

HEV biasanya lebih terjangkau dan tidak memerlukan instalasi charger di rumah, sehingga biaya awalnya lebih rendah.

 

5. Fleksibilitas Penggunaan

HEV lebih praktis untuk pengguna yang tidak ingin repot mengisi daya listrik, karena sistemnya bekerja otomatis.

Sementara PHEV cocok untuk pengguna yang memiliki akses ke listrik dan ingin memaksimalkan penggunaan mode listrik untuk menghemat bahan bakar dan emisi.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Ini 5 Mobil Hybrid di Indonesia Beserta Spesifikasi dan Harganya 

Kesimpulan

Baik HEV maupun PHEV memiliki keunggulan masing-masing. Jika kamu mencari kendaraan praktis tanpa perlu charging, HEV bisa jadi pilihan. Namun, jika ingin efisiensi maksimal dan lebih ramah lingkungan dengan mode listrik yang lebih dominan, PHEV lebih unggul. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan