← Beranda
GWM One Hadir, Bos GWM Tantang Kompetitor yang Tak Siap Bersaing
Nanda PrayogaSelasa, 21 April 2026 | 06.04 WIB
Chairman GWM Wei Jianjun. (carnewschina)

JawaPos.com - Selama pengumuman pra-penjualan SUV V9X terbaru dari sub-merek Great Wall Motor (GWM), Wey, Chairman GWM Wei Jianjun menegaskan bahwa para kompetitor perlu mengadopsi pendekatan seperti platform GWM One jika tidak ingin tertinggal.

Ia bahkan memperingatkan bahwa tanpa strategi serupa, para pesaing berisiko kehilangan daya saing dan kesulitan menembus pasar global.

“Platform GWM One, yang menjadi dasar Wey V9X, mewakili strategi terbaru perusahaan untuk mengembangkan model-model baru. Platform ini mendukung kendaraan hibrida plug-in (PHEV), hibrida pengisian daya sendiri (HEV), kendaraan listrik baterai (BEV), kendaraan pembakaran internal tradisional (ICE), dan kendaraan sel bahan bakar (FCEV),” ungkap Wei Jianjun seperti dikutip dari Car News China, Senin (20/4).

Selain itu, arsitektur ini dapat digunakan untuk berbagai segmen kendaraan seperti SUV, sedan, MPV, hingga pikap, dengan rencana lebih dari 50 model baru yang akan dibangun di atasnya.

Wei Jianjun juga menyebut bahwa bukan hanya konsumen yang menaruh perhatian pada V9X, melainkan juga para rival GWM. Ia menyatakan bahwa mereka kemungkinan akan segera mempelajari pendekatan yang digunakan dalam GWM One.

Ia kembali menekankan bahwa tanpa prinsip dan cara kerja platform tersebut, para pesaing akan kesulitan membangun kehadiran global dan berpotensi kehilangan daya saing.

Pernyataan itu diduga menyasar produsen yang masih berfokus pada kendaraan listrik murni atau mengandalkan teknologi extended-range electric vehicle (EREV) untuk mengatasi kecemasan jarak tempuh.

GWM sendiri sebelumnya mengklaim bahwa EREV setidaknya 13 persen kurang efisien dibandingkan sistem penggerak langsung, dan menyebut teknologi tersebut sebagai "jalan pintas".

Beberapa merek Tiongkok yang dikenal mengandalkan EREV antara lain Li Auto, Aito yang didukung Huawei, serta Deepal milik Changan.

Memasuki 2026, tren kendaraan listrik global mulai menunjukkan perlambatan, sementara minat terhadap teknologi hibrida seperti EREV, PHEV, dan HEV justru meningkat, baik di pasar domestik Tiongkok maupun internasional.

Sejumlah merek yang sebelumnya fokus pada EV murni, seperti Smart dan Leapmotor, kini mulai menghadirkan varian dengan mesin pembakaran internal.

GWM tampaknya ingin lebih dulu mengantisipasi perubahan ini melalui platform barunya yang sejak awal mendukung beragam opsi powertrain.

Perusahaan ini berulang kali menunjukkan penolakannya terhadap EREV. Bahkan, Mu Feng, wakil presiden senior GWM, pernah menyatakan bahwa GWM "lebih memilih mati daripada membuat kendaraan jarak jauh".

Berdasarkan data China EV DataTracker, penjualan gabungan sub-merek GWM, Wey, ORA, dan Tank, mencapai 20.200 unit di pasar domestik pada Maret 2026.

Meski performa ekspor GWM tergolong kuat dibandingkan sejumlah pesaing, angka tersebut masih berada di bawah penjualan model tunggal populer seperti Tesla Model Y atau Geely Geome Xingyuan (Geely EX2).

Sebagai perbandingan, BYD mencatat penjualan sebesar 165.942 unit pada periode yang sama. Dengan demikian, masih menjadi pertanyaan apakah strategi GWM melalui platform GWM One dan peluncuran Wey V9X akan mampu memenuhi ekspektasi dan mengubah peta persaingan di industri otomotif global.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra