← Beranda
7 Penyebab Rantai Motor Berisik dan Cara Mengatasinya, Jangan Dianggap Sepele!
Fatah ElhuseinRabu, 15 April 2026 | 06.46 WIB
Ilustrasi rantai motor (Freepik)

JawaPos.com – Suara berisik pada rantai motor sering dianggap hal biasa oleh pengendara. Padahal, bunyi 'kletek-kletek' bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem penggerak yang berpotensi mengganggu kenyamanan hingga keselamatan berkendara.

Rantai motor memiliki peran penting dalam meneruskan tenaga mesin ke roda. Jika komponen ini bermasalah, performa kendaraan bisa menurun bahkan berisiko mengalami kerusakan lebih parah.

Dilansir dari laman Suzuki dan Yamaha Thamrin, berikut sejumlah penyebab rantai motor berisik yang perlu diketahui beserta cara mengatasinya:

Baca Juga: Motor Jarang Dipakai Tapi Oli Cepat Rusak? Ini Alasan Kenapa Kamu Tetap Harus Ganti

1. Rantai Motor Aus

Salah satu penyebab utama rantai motor berisik adalah kondisi rantai dan gear yang sudah aus. Penggunaan dalam jangka panjang, terutama di jalanan rusak, membuat gigi gear menjadi tajam dan tidak lagi presisi.

Akibatnya, rantai tidak dapat mencengkeram dengan sempurna sehingga menimbulkan suara kasar. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mempercepat kerusakan komponen lain.

Periksa kondisi gear dan rantai secara berkala. Jika sudah aus, sebaiknya segera diganti satu set agar performa tetap optimal.

2. Rantai Kendur atau Terlalu Kencang

Penyetelan rantai yang tidak tepat juga menjadi penyebab umum munculnya suara berisik. Rantai yang terlalu kendur bisa bergesekan dengan komponen lain, sementara rantai yang terlalu kencang justru mempercepat keausan.

Kondisi ini biasanya terjadi akibat kurangnya perawatan atau kesalahan saat penyetelan.

Lakukan penyetelan rantai sesuai standar pabrikan. Pastikan posisi adjuster kanan dan kiri seimbang agar rantai tetap lurus.

3. Rantai Kotor

Debu, lumpur, dan pasir yang menempel pada rantai dapat menghambat pergerakan komponen. Kotoran tersebut menimbulkan gesekan tambahan yang memicu suara berisik saat motor digunakan.

Masalah ini sering terjadi saat musim hujan atau setelah melewati jalan berlumpur.

Bersihkan rantai menggunakan cairan khusus pembersih rantai. Setelah itu, keringkan dan beri pelumas agar kembali optimal.

4. Kurang Pelumasan (Rantai Kering)

Rantai yang jarang diberi pelumas akan mengalami gesekan lebih besar antara rantai dan gear. Hal ini menyebabkan suara kasar sekaligus mempercepat keausan.

Kondisi ini biasanya terjadi setelah motor melewati genangan air atau jarang dirawat.

Gunakan pelumas khusus rantai secara rutin. Hindari penggunaan oli bekas karena dapat menarik kotoran dan mempercepat kerusakan.

5. Rantai Berkarat

Karat pada rantai menjadi tanda bahwa material logam mulai rusak. Selain menimbulkan suara berisik, rantai yang berkarat juga berisiko putus saat digunakan.

Kondisi ini umumnya terjadi akibat paparan air dan kurangnya perawatan.

Jika karat sudah parah, rantai sebaiknya diganti. Untuk pencegahan, rutin bersihkan dan lumasi rantai setelah terkena air.

6. Posisi Rantai Tidak Lurus

Rantai yang tidak sejajar atau bengkok dapat menyebabkan gesekan tidak merata dengan gear. Hal ini memicu suara berisik dan mempercepat keausan komponen.

Biasanya, masalah ini muncul akibat penyetelan yang tidak presisi atau benturan.

Periksa keselarasan roda belakang dan rantai. Pastikan posisi rantai lurus agar putaran tetap stabil.

7. Masalah pada Komponen Pendukung

Tidak semua suara berisik berasal dari rantai. Komponen lain seperti bearing roda atau bushing swing arm yang rusak juga bisa menjadi penyebab.

Jika dibiarkan, kerusakan ini dapat memengaruhi sistem penggerak secara keseluruhan.

Lakukan pemeriksaan menyeluruh pada bagian roda dan sistem penggerak. Jika ditemukan kerusakan, segera lakukan perbaikan di bengkel terpercaya.

Baca Juga: 4 Tanda Oli Motor Kamu Harus Segera Diganti Sebelum Mesin Rusak

EDITOR: Candra Mega Sari