← Beranda
Hino Ungkap Masalah Besar di Balik Kecelakaan Kendaraan Niaga di Indonesia
Dony Lesmana Eko PutraJumat, 10 April 2026 | 05.09 WIB
Diskusi tentang membangun moda transportasi yang aman dan laik jalan yang digelar Hino di GIICOMVEC 2026. (Dony/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kecelakaan kendaraan niaga seperti truk dan bus masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Di balik tingginya risiko di jalan, penyebabnya ternyata tidak sesederhana kesalahan pengemudi semata.

Hal itu menjadi sorotan dalam panel diskusi yang digelar PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) di ajang GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 8–11 April 2026.

Melalui forum bertema “Membangun Moda Transportasi yang Aman & Laik Jalan dengan Penyediaan Pengemudi yang Kompeten dan Manajemen Perawatan Kendaraan”, Hino mengangkat isu yang selama ini kerap luput dari perhatian publik: keselamatan transportasi darat bukan hanya soal sopir, tapi juga soal kondisi kendaraan dan sistem operasional.

KNKT: Human Error Masih Jadi Penyebab Utama Kecelakaan

Dalam diskusi tersebut, Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan, menegaskan bahwa faktor manusia atau human factor masih menjadi penyebab paling dominan dalam banyak kecelakaan transportasi darat di Indonesia.Namun, menurut dia, persoalan tidak berhenti di sana.

Selain kompetensi pengemudi, kondisi kendaraan dan manajemen operasional juga ikut berpengaruh besar terhadap keselamatan di jalan.

“Berdasarkan hasil investigasi KNKT, human factor masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh,” ujar Ahmad Wildan.

Pernyataan ini menegaskan bahwa upaya menekan angka kecelakaan tidak cukup hanya dengan menyoroti perilaku pengemudi, tetapi juga harus menyentuh aspek teknis dan sistemik.

Hino Tekankan Pentingnya Pelatihan Sopir dan Perawatan Kendaraan

Dari sisi industri, Hino menilai bahwa pelatihan pengemudi dan manajemen perawatan kendaraan harus dipandang sebagai bagian dari investasi keselamatan, bukan sekadar kewajiban administratif.

Training Division Head HMSI, Pieter Andre, mengatakan pengemudi kendaraan niaga memegang tanggung jawab besar karena mereka mengoperasikan unit yang membawa penumpang maupun barang dalam skala besar.

Karena itu, pelatihan yang dilakukan secara berkala dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan teknis, kesadaran keselamatan, dan efisiensi berkendara.

“Pengemudi kendaraan niaga memiliki tanggung jawab besar. Pelatihan yang berkelanjutan akan meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara,” ujar Pieter.

Menurut Hino, kendaraan yang rutin dirawat dengan baik juga akan lebih siap jalan dan mampu menjaga fungsi fitur keselamatan tetap optimal. Tak kalah penting adalah pemahaman dan penggunaan fitur keselamatan secara benar dan tepat waktu. 

Namun hal ini tak sedikit para pengemudi masih belum memahami sepenuhnya. Hal ini bukan masalah kecil, melainkan masalah besar untuk digerus dan menjadi kewajiban para Agen Pemegang Merek dengan menggandeng elemen terkait dari pemerintah untuk memberikan pelatihan untuk menekan angka kecelakaan.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra