JawaPos.com - Nama Volga bukan sosok asing di industri otomotif Rusia. Merek legendaris yang dulu identik dengan sedan pejabat dan armada taksi era Uni Soviet itu kini mencoba bangkit kembali setelah lama tenggelam. Namun, comeback kali ini datang dengan cerita yang berbeda.
Alih-alih menghadirkan mobil yang benar-benar dikembangkan dari nol di Rusia, Volga justru kembali lewat model yang sangat dekat dengan produk otomotif Tiongkok.
Dua model yang kini menjadi sorotan adalah Volga C50 dan Volga K50. Keduanya diposisikan sebagai upaya baru untuk menghidupkan nama besar Volga di tengah berubahnya lanskap industri otomotif Rusia setelah banyak pabrikan Barat hengkang dari pasar tersebut.
Volga K50, SUV Baru yang Sangat Mirip Geely Monjaro
Model pertama yang diperkenalkan adalah Volga K50, sebuah SUV yang tampil dengan bodi bongsor dan desain modern.
Namun, jika dilihat sekilas, mobil ini hampir identik dengan Geely Monjaro. Perbedaan yang paling mudah dikenali hanya terdapat pada grille depan dan emblem Volga, sementara bagian lain seperti lampu, profil samping, hingga buritan terlihat sangat mirip dengan model asal China tersebut.
Secara teknis, Volga K50 dikabarkan menggunakan mesin 2.0 liter turbo bensin dengan tenaga sekitar 238 hp, dipadukan dengan transmisi otomatis 8-percepatan dan sistem penggerak semua roda (AWD).
Kombinasi ini menempatkannya sebagai SUV yang tidak hanya tampil besar, tetapi juga cukup kuat untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.
Volga C50, Sedan Baru Berbasis Geely Preface
Selain SUV, Volga juga menyiapkan sedan baru bernama Volga C50.
Mobil ini disebut-sebut dibangun dari basis Geely Preface, sedan menengah asal China yang sudah dikenal dengan desain elegan dan proporsi bodi yang cukup premium.
Sama seperti K50, perubahan pada C50 juga tergolong minimal. Bagian depan mendapat sentuhan grille baru dan logo Volga, tetapi secara keseluruhan bentuk bodi, garis desain, dan proporsinya masih sangat dekat dengan model aslinya.
Dari sisi kabin, laporan media Rusia menyebut Volga C50 tetap mempertahankan layout modern seperti panel instrumen digital, layar infotainment vertikal, setir empat palang.
Ini menunjukkan bahwa Volga lebih banyak melakukan rebadging ketimbang pengembangan total.
Spesifikasi Volga C50
Untuk dapur pacu, Volga C50 kabarnya akan dibekali mesin 2.0 liter turbo 4 silinder dengan dua opsi tenaga, yakni 150 hp dan 200 hp. Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi 7-percepatan dual-clutch (DCT) dan penggerak roda depan.
Konfigurasi ini membuat C50 diposisikan sebagai sedan yang menyasar kebutuhan penggunaan harian, perjalanan bisnis, hingga pasar fleet di Rusia.
Diproduksi di Bekas Pabrik Volkswagen
Salah satu hal menarik dari kebangkitan Volga adalah lokasi produksinya.
Baik Volga C50 maupun Volga K50 disebut akan dirakit di Nizhny Novgorod, Rusia, di fasilitas yang sebelumnya digunakan untuk memproduksi model-model Volkswagen dan Skoda bagi pasar domestik.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Rusia untuk mengisi kekosongan industri otomotif nasional setelah banyak merek global menarik operasinya.
Volga Bangkit, tapi Identitasnya Dipertanyakan
Secara branding, kembalinya Volga jelas membawa nilai historis yang kuat. Nama ini punya tempat khusus dalam sejarah otomotif Rusia.
Namun, di sisi lain, muncul pertanyaan besar: apakah Volga benar-benar bangkit, atau hanya sekadar nama lama yang ditempel pada mobil baru asal Tiongkok?
Bagi sebagian konsumen, pendekatan seperti ini bisa dianggap praktis karena Volga langsung mendapatkan basis mobil modern dengan teknologi yang sudah siap pakai.
Namun bagi kalangan yang berharap kebangkitan merek nasional dengan identitas teknik yang kuat, langkah ini bisa terasa kurang menggugah.
Meski demikian, secara industri langkah Volga bisa dipahami. Di tengah tekanan geopolitik dan perubahan besar pada pasar otomotif Rusia, menggunakan basis mobil yang sudah ada dapat mempercepat proses produksi sekaligus menekan biaya pengembangan.
Artinya, Volga kini lebih bermain di ranah strategi pasar daripada murni rekayasa otomotif nasional.