← Beranda
8 Tanda V-Belt Motor Matic Mulai Aus dan Rentan Putus, Segera Ganti Sebelum Telat
Bayu PutraMinggu, 5 April 2026 | 05.38 WIB
Ilustrasi pulley yang digunakan di motor matic. (Yamaha Dela Group)

JawaPos.com – Van belt, atau yang lebih dikenal sebagai V-belt merupakan komponen penting yang ada di produk motor matic (Skutik) dan perlu perhatian khusus.

V-belt punya peran vital sebagai penghubung antara mesin dan roda untuk menggerakkan motor dari puli (pulley depan) ke puli belakang.

Karena vitalnya komponen, kerusakan di bagian ini harus kamu waspadai sebagai pengguna motor.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut tanda-tanda v-belt mu mengalami masalah dan perlu segera diganti. Jangan tunggu sampai putus.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Motor Listrik dengan Performa Tangguh dan Hemat Biaya Operasional Terbaru 2026

1. Muncul bunyi pada box CVT

Bunyi decitan dapat muncul pada bagian CVT (Continuously Variable Transmission) beberapa saat setelah motor terus bergerak.

Selain itu, ada gesekan antara v-belt motor dengan komponen CVT di dalamnya seperti pulley, maupun komponen lainnya seperti generator, alternator, kompresor, atau pompa air. Hasilnya, Suara yang muncul akan semakin bising.

2. Penurunan Kecepatan

Tarikan gas pada motor matic umumnya lebih responsif dan akselerasi motor lebih ringan. Ketika v-belt mulai bermasalah, tarikan gas akan menjadi lebih lambat dari biasanya.

Penyebabnya, karena v-belt yang kondisinya mulai aus tidak mampu memasok tenaga dari mesin roda belakang.

3. V-belt jadi Longgar

Tarikan gas pada motor matik bergantung pada elastisitas v-belt. Kondisi v-belt yang melar dan kendor menyebabkan tarikan tidak maksimal meski dibantu dengan RPM tertinggi.

Baca Juga: Rem Motor Tiba-Tiba Blong Saat Touring? Ini 6 Penyebab yang Sering Diremehkan!

Akibatnya, tenaga yang dikeluarkan untuk menggerakkan puli menjadi tidak efektif.

4. Melebihi Batas Jarak Tempuh

V-belt memiliki masa pakainya sendiri. Umumnya, batas penggunaaan v-belt berada pada jarak 25.000-30.000 kilometer.

Untuk setiap kenaikan 6.000 kilometer, disarankan untuk melakukan servis secara rutin ataupun setiap bebrapa bulan sekali.

Servis secara berkala juga membantu membersihkan kotoran yang ada di dalam v-belt.

5. Kawat V-belt Berkarat

Saat membongkar box CVT pada motor matik, salah satu bagian yang diperhatikan adalah kawat pada v-belt.

Baca Juga: Air Masuk Knalpot Motor, Apakah Berbahaya? Ini Dampaknya ke Mesin

Lapisan kawat tersebut mampu mencegah V-belt melebar. Kawat ini membantu V-belt agar tetap berada diantara kedua puli. Jika kawat ini berkarat, itu menjadi sinyal bahaya.

6. Gemuk (Grease) CVT Mengering

Grease, pelumas CVT, ataupun gemuk CVT adalah pelumas khusus dengan kosistensi lebih padat untuk melumuri komponen mekanik CVT.

Fungsinya untuk mencegah gesekan dan keausan, mengurangi panas, dan melindungi komponen. 

Grease yang mongering akan mengakibatkan v-belt menjadi melar maupun licin karena gesekan dari grease yang kasar.

7. Bahan Bakar jadi Boros

Kerusakan pada v-belt jaga berpengaruh terhadap konsumsi bensin. Hasil riset pada tahun 2014 menjunjukkan bahwa V-belt yang aus menjadi penyebab slip pada CVT.

Baca Juga: Jangan Asal Simpan! Begini Cara Biar Smart Key Motor Tetap Awet

Dampaknya, mesin akan berputar melebihi kapasitas seharusnya untuk menghasilkan tenaga yang setara dengan V-belt baru.

8. Aus pada Puli (Pulley)

V-belt yang bermasalah tidak selalu terjadi karena V-belt yang aus, tapi juga terjadi karena puli juga mengalami hal serupa.

Tanda-tanda seperti permukaan yang aus atau adanya bekas goresan menyebabkan V-belt menjadi cepat aus. Segera servis puli jika sudah terindikasi aus.

Itulah 8 tanda v-belt motor matikmu kondisinya sudah aus dan rentan putus. Kondisi ini tak boleh dibiarkan.

Kalau sudah ada tanda-tanda tersebut, pastikan untuk segera servis motormu sebelum potensi yang memburuk akan menimpa motormu. Jangan sampai terlambat, ya. (Adyatma Alfami)

Baca Juga: 8 Cara Membersihkan Saringan Udara Motor yang Benar, Mesin Lebih Irit dan Bertenaga

 

 

 

EDITOR: Bayu Putra