← Beranda
Rem Motor Tiba-Tiba Blong Saat Touring? Ini 6 Penyebab yang Sering Diremehkan!
Nanda PrayogaKamis, 2 April 2026 | 13.13 WIB
Ilustrasi penggantian kampas rem motor. (Motorcyclist)
JawaPos.com - Perjalanan jauh dengan motor memang seru, apalagi kalau melintasi jalur pegunungan atau rute yang penuh tantangan. Tapi di balik itu, ada satu hal krusial yang sering luput dari perhatian, kondisi rem. Padahal, sistem pengereman adalah penentu utama keselamatan kamu di jalan.

Banyak kasus rem tiba-tiba tidak pakem atau bahkan blong saat touring terjadi bukan tanpa sebab. Umumnya, masalah ini muncul karena kebiasaan berkendara atau kurangnya perawatan.

Supaya kamu tidak mengalami hal berbahaya di tengah perjalanan, berikut 6 penyebab yang wajib kamu pahami seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia.

Baca Juga: Detik-detik Mencekam Ledakan SPBE Cimuning Bekasi: Gas Bocor Meluber ke Jalan Sebelum Meledak

1. Rem Terlalu Panas (Overheat)

Salah satu penyebab paling sering terjadi adalah panas berlebih pada sistem rem. Ini biasanya terjadi saat kamu melewati turunan panjang dan terus menekan rem tanpa jeda.

Gesekan antara kampas dan piringan cakram menghasilkan panas tinggi. Kalau dibiarkan terus-menerus, suhu bisa naik ekstrem dan membuat kemampuan rem menurun drastis. Kondisi ini dikenal sebagai brake fade, di mana rem terasa kurang pakem meskipun sudah ditekan kuat.

2. Munculnya Gelembung Udara (Vapor Lock)

Masalah ini masih berkaitan dengan overheat. Ketika suhu sistem rem terlalu tinggi, minyak rem bisa mencapai titik didihnya dan berubah menjadi uap.

Baca Juga: Clara Shinta Minta Suaminya Didoakan Supaya Berjodoh dengan Wanita yang Melakukan VCS

Uap ini membentuk gelembung udara di dalam sistem hidrolik. Karena udara mudah dimampatkan, tekanan dari tuas rem jadi tidak maksimal tersalurkan ke kampas. Akibatnya, kamu akan merasakan tuas rem seperti kosong atau harus ditarik sangat dalam baru terasa efeknya, bahkan bisa berujung rem blong.

3. Kampas Rem Sudah Tipis

Kampas rem memang komponen yang akan habis seiring pemakaian. Tapi kalau kamu membiarkannya terlalu tipis, daya cengkeram ke piringan jadi berkurang.

Efeknya, kamu harus menarik rem lebih kuat untuk mendapatkan hasil yang sama. Dalam kondisi darurat, ini sangat berbahaya. Lebih parah lagi, jika kampas benar-benar habis, bagian logamnya bisa menggesek piringan dan menyebabkan kerusakan yang jauh lebih mahal.

4. Minyak Rem Sudah Kotor atau Tercampur Air

Minyak rem punya sifat menyerap air dari udara. Semakin lama digunakan, kandungan air di dalamnya akan meningkat.

Baca Juga: XPENG Tancap Gas: Lompatan Besar di 2025 dan Ambisi Kuasai Era Physical AI di 2026

Masalahnya, air memiliki titik didih lebih rendah dibanding minyak rem. Saat suhu naik, air lebih cepat mendidih dan memicu terbentuknya gelembung udara di sistem. Selain itu, minyak rem yang sudah kotor juga bisa merusak komponen internal seperti seal karet. Karena itu, penting banget untuk rutin menggantinya sesuai jadwal.

5. Ada Kebocoran pada Sistem Rem

Sistem pengereman bekerja dengan tekanan fluida dalam ruang tertutup. Kalau ada kebocoran, tekanan ini tidak bisa terbentuk dengan sempurna.

Kebocoran bisa berasal dari selang yang retak, seal yang aus, atau sambungan yang longgar. Dampaknya, rem terasa lembek bahkan bisa tidak berfungsi sama sekali jika minyak rem habis. Tanda paling mudah dikenali adalah adanya rembesan cairan di sekitar komponen rem.

Baca Juga: Reaksi Intan Nuraini Usai Disebut Mantan Terindah oleh Sahrul Gunawan

6. Kotoran dan Karat Mengganggu Kinerja Rem

Debu, lumpur, atau pasir bisa masuk ke area pengereman dan mengganggu kinerja kampas serta piringan. Ini sering bikin rem berbunyi dan kurang maksimal.

Selain itu, karat juga bisa menyerang bagian seperti piston kaliper. Jika piston macet, kampas rem bisa tidak bekerja dengan normal, baik tidak menjepit dengan kuat atau justru terus menempel. Akibatnya, motor terasa berat, boros bahan bakar, dan rem cepat panas.

 

EDITOR: Bintang Pradewo