JawaPos.com - Suspensi merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan yang berfungsi menjaga kenyamanan sekaligus kestabilan saat berkendara. Jika suspensi bermasalah, mobil bisa terasa tidak nyaman, mudah limbung, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan di jalan.
Sayangnya, masih banyak pengendara yang kurang memperhatikan perawatan suspensi. Padahal, dengan perawatan yang tepat dan kebiasaan berkendara yang baik, komponen ini bisa bertahan lebih lama dan tetap bekerja optimal.
Berikut 6 cara merawat suspensi mobil biar tetap nyaman dan nggak cepat rusak seperti dirangkum dari laman Wuling Indonesia!
1. Hindari Benturan Keras dengan Permukaan Jalan
Baca Juga: Siapkan Dana Rp 20 Miliar, Perluas Skala Bisnis Lewat Ekspansi 100 Outlet
Salah satu cara paling sederhana untuk menjaga suspensi tetap awet adalah dengan menghindari benturan keras saat berkendara. Jalan berlubang, polisi tidur yang tinggi, atau permukaan jalan rusak bisa memberikan tekanan besar pada sistem suspensi jika dilalui dengan kecepatan tinggi.
Karena itu, sebaiknya kamu menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi jalan. Berkendara secara lebih halus dan berhati-hati dapat membantu mengurangi risiko kerusakan pada komponen suspensi sekaligus membuat perjalanan lebih nyaman.
2. Lakukan Pengecekan Rutin
Pengecekan suspensi secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi komponennya. Kamu bisa memperhatikan apakah ada tanda-tanda kebocoran oli pada shockbreaker atau bagian suspensi lainnya.
Selain itu, perhatikan juga gejala seperti munculnya bunyi aneh saat melewati jalan bergelombang, getaran berlebihan, atau mobil terasa kurang stabil saat bermanuver. Jika tanda-tanda tersebut muncul, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut agar kerusakan tidak semakin parah.
3. Gunakan Suku Cadang Original
Baca Juga: Jelang Bhayangkara FC vs Arema FC, Awas Teror Trio SDM yang Bikin 12 Gol di 7 Laga Belakangan
Ketika harus mengganti komponen suspensi, sebaiknya kamu memilih suku cadang original. Komponen asli biasanya memiliki kualitas yang lebih terjamin serta dirancang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
4. Jaga Keseimbangan Beban Kendaraan
Beban yang terlalu berat atau tidak seimbang dapat membuat suspensi bekerja lebih keras dari seharusnya. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, komponen suspensi bisa lebih cepat aus atau rusak.
Karena itu, kamu perlu memperhatikan kapasitas maksimal kendaraan yang direkomendasikan pabrikan. Pastikan juga distribusi muatan merata agar tekanan pada sistem suspensi tidak terpusat hanya pada satu sisi kendaraan.
5. Lakukan Spooring dan Balancing Berkala
Spooring dan balancing roda juga berperan penting dalam menjaga kinerja suspensi. Spooring biasanya dianjurkan setiap 10.000 kilometer atau sekitar enam bulan sekali untuk memastikan sudut roda tetap sesuai dengan standar pabrikan.
Sementara itu, balancing membantu menjaga putaran roda tetap stabil sehingga tidak menimbulkan getaran berlebih. Jika roda tidak seimbang, suspensi bisa menerima beban tambahan yang membuat komponen lebih cepat aus.
6. Lakukan Perawatan Preventif di Bengkel Resmi
Perawatan kendaraan secara rutin di bengkel resmi juga menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi suspensi. Teknisi berpengalaman biasanya memiliki peralatan yang lebih lengkap serta memahami karakteristik kendaraan secara lebih mendalam.
Dengan melakukan perawatan preventif di bengkel resmi, kamu bisa memastikan sistem suspensi diperiksa secara menyeluruh. Hal ini membantu mendeteksi potensi kerusakan lebih dini sehingga kendaraan tetap aman dan nyaman digunakan.