JawaPos.com - Pemilik mobil sering bingung ketika memilih bahan bakar karena banyaknya pilihan angka RON di SPBU. Memahami arti RON dan perbedaannya dengan istilah oktan penting untuk menjaga performa mesin sekaligus efisiensi penggunaan bahan bakar.
Research Octane Number (RON) adalah angka yang menunjukkan kemampuan bahan bakar menahan ketukan atau knocking pada mesin. Semakin tinggi angka RON, semakin baik kualitas pembakaran sehingga mesin lebih optimal dan awet.
RON sering dianggap sama dengan istilah oktan, padahal berbeda. RON adalah metode pengukuran, sedangkan oktan merujuk pada skala atau standar mutu bahan bakar. Keduanya saling berkaitan karena angka oktan yang tinggi biasanya menandakan kualitas bensin lebih baik untuk mesin modern.
Berikut adalah rekomendasi tingkatan RON yang sesuai dengan kompresi mesin, agar tidak salah dalam mengisi bahan bakar minyak (BBM) dan peforma mesin tetap bertenaga, dilansir melalui AryaDega dan BP.
Baca Juga: Jangan Disepelekan! Ini 6 Fungsi Penting Washer Mobil yang Sering Kamu Abaikan
1. RON 88
Bensin dengan RON 88 dikenal sebagai bahan bakar beroktan rendah. Umumnya digunakan untuk kendaraan lama yang memiliki rasio kompresi rendah yaitu, 9:1.
Namun, penggunaan RON 88 pada mesin modern berisiko menyebabkan knocking, konsumsi bahan bakar lebih boros, dan emisi gas buang meningkat. Karena alasan inilah, bahan bakar jenis ini sudah jarang tersedia di SPBU.
2. RON 90
RON 90 sering disebut sebagai pilihan “menengah” yang masih banyak digunakan di Indonesia. Harga relatif terjangkau dan bisa dipakai kendaraan dengan kompresi mesin standar yaitu, 9:1 - 10:1.
Meski begitu, untuk mobil keluaran terbaru yang membutuhkan kompresi lebih tinggi, bahan bakar ini terkadang kurang optimal sehingga mesin tidak bekerja pada performa terbaiknya.
3. RON 92
Bensin RON 92 cocok untuk mobil dengan rasio kompresi menengah hingga tinggi yaitu, 10:1 – 11:1. Pembakaran lebih sempurna, mesin terasa halus, dan lebih irit dalam penggunaan jangka panjang.
Sebagai contoh, banyak mobil keluaran tahun 2015 ke atas sudah direkomendasikan pabrikan untuk menggunakan bensin minimal RON 92 agar performa tetap stabil dan tidak merusak komponen mesin.
4. RON 95
Bahan bakar dengan RON 95 cocok untuk mobil dengan rasio kompresi menengah hingga tinggi yaitu, 11:1 - 12:1. Banyak dipilih untuk mobil premium dan berteknologi mesin canggih. Tenaga lebih responsif dan ramah lingkungan karena menghasilkan emisi lebih rendah.
Jika dipakai pada mobil dengan mesin turbo atau injeksi langsung, bahan bakar ini mampu memaksimalkan efisiensi sekaligus meningkatkan kenyamanan berkendara jarak jauh.
5. Dampak Salah Memilih RON
Menggunakan bahan bakar dengan RON lebih rendah dari rekomendasi pabrikan dapat memicu knocking, boros bahan bakar, dan memperpendek usia mesin.
Sebaliknya, memilih bahan bakar dengan RON lebih tinggi dari rekomendasi tidak berbahaya, tetapi bisa lebih mahal tanpa memberikan manfaat signifikan untuk mesin standar.
Memahami arti RON dan perbedaan oktan membantu pemilik mobil menentukan bahan bakar yang sesuai. Kuncinya adalah mengikuti rekomendasi pabrikan agar performa mesin optimal, hemat BBM, dan lebih ramah lingkungan.