JawaPos.com-Mobil yang tiba-tiba brebet atau tersendat saat digas tentu sangat mengganggu, apalagi saat sedang dalam perjalanan penting. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan sistem pembakaran dan suplai bahan bakar.
Berikut adalah beberapa penyebab umum mobil brebet dan langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Bahan Bakar Tidak Sesuai Penggunaan
Bensin dengan angka oktan yang lebih rendah dari yang dianjurkan dapat mengganggu proses pembakaran di ruang mesin. Hal ini menyebabkan tenaga mesin tidak optimal saat akselerasi.
Pastikan kamu menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan, seperti RON 92 jika memang dianjurkan. Hindari juga bahan bakar dari SPBU yang diragukan kualitasnya.
2. Filter Udara Kotor
Filter udara yang tersumbat kotoran akan membatasi aliran udara ke ruang bakar. Akibatnya, rasio udara dan bahan bakar menjadi tidak seimbang dan mesin bisa brebet. Bersihkan filter udara setiap 10.000 km dan ganti antara 20.000 hingga 40.000 km tergantung kondisi pemakaian.
3. Injektor Bermasalah
Jika injektor bahan bakar kotor atau tersumbat, semprotan bensin ke ruang mesin jadi tidak merata. Ini bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan mobil terasa tersendat. Pembersihan injektor dapat dilakukan dengan cairan khusus atau lewat metode cleaning di bengkel resmi setiap 20.000–30.000 km.
4. Busi dan Sistem Pengapian Tidak Maksimal
Busi yang aus atau kotor dapat membuat percikan api melemah sehingga pembakaran tidak berjalan dengan baik. Selain busi, kerusakan pada koil, kabel, atau ECU juga bisa memicu masalah serupa. Disarankan untuk mengganti busi setiap 20.000 km dan memeriksa komponen pengapian lainnya secara rutin.
5. Sensor Mesin Rusak
Sensor seperti O2, MAF, atau TPS memiliki peran penting dalam mengatur pembakaran. Bila salah satu rusak atau bermasalah, ECU bisa mengatur pembakaran secara tidak akurat. Pemeriksaan dengan alat scanner OBD bisa membantu mendeteksi sensor yang perlu diperbaiki atau diganti.
6. Saluran Knalpot Tersumbat
Tumpukan karbon pada katalisator atau sistem knalpot bisa menghambat keluarnya gas buang. Tekanan balik dari sumbatan ini bisa mempengaruhi performa mesin dan membuat mobil kehilangan tenaga. Pembersihan sistem pembuangan perlu dilakukan jika penumpukan kotoran sudah cukup parah.
7. Masalah pada Idle Speed Control (ISC)
Komponen ISC yang bermasalah dapat menyebabkan mesin tidak stabil saat berpindah dari posisi diam ke akselerasi. Solusinya adalah dengan membersihkan ISC dan throttle body secara berkala agar kerja sistem tetap optimal.
8. Aki Lemah
Kelistrikan yang tidak stabil karena aki lemah bisa mengganggu sistem pengapian dan kinerja ECU. Tanda-tanda aki mulai melemah antara lain mesin sulit distarter dan lampu redup. Cek voltase aki dan pastikan terminalnya bebas dari karat.
9. Gangguan pada Sistem Bahan Bakar
Fuel pump yang sudah lemah atau filter bahan bakar yang kotor bisa mengurangi tekanan bensin ke mesin. Ini menyebabkan pembakaran tidak optimal dan mobil bisa brebet. Solusinya adalah mengganti fuel pump atau filter bila ditemukan gejala kerusakan. (*)