← Beranda
Mengenal Tipe-tipe Kendaraan Ramah Lingkungan Bertenaga Listrik: BEV, HEV, PHEV, dan FCEV
Nanda PrayogaKamis, 24 April 2025 | 20.03 WIB
ILUSTRASI. Suasana Pameran khusus kendaraan listrik Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS 2024) di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/4). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

JawaPos.com - Kendaraan ramah lingkungan kini mulai banyak digemari oleh masyarakat dunia dan Indonesia. Sebab, tipe kendaraan ini diyakini mampu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan seperti polusi udara ataupun perubahan iklim.

Saat ini, kendaraan ramah lingkungan dikenal dengan berbagai jenis bahan bakar seperti kendaraan bertenaga listrik dengan baterai (BEV), kendaraan bertenaga hybrid (HEV), Plug-in Hybrid (PHEV), dan Fuel Cell (FCEV).

Meski begitu, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui perbedaan dari berbagai tipe kendaraan ramah lingkungan ini. Berikut penjelasannya selengkapnya!

Battery Electric Vehicle (BEV) 

Mobil jenis ini hanya menggunakan tenaga baterai listrik sebagai sumber tenaga dan penggerak. Tenaga ini bisa disimpan dan diisi ulang melalui metode pengisian daya.

Lantaran tak menggunakan sistem pembakaran, tentu hal ini membuatnya ramah lingkungan karena tak mengeluarkan emisi. Sebagai sistem penggerak, mobil jenis ini menggunakan motor listrik untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.

Mobil listrik saat ini banyak digunakan di Indonesia, seperti Wuling Air EV, Kia EV 6, Neta V, dan lain sebagainya.

Hybrid Electric Vehicle (HEV)

Mobil jenis ini menggunakan tenaga hybrid yakni gabungan antara listrik dan konvensional. Berbeda dari mobil EV yang tenaga listriknya bisa diisi ulang, mobil HEV tak bisa diisi ulang lantaran tak memiliki tempat pengisian daya.

Jadi, mobil ini hanya bisa diisikan bahan bakar konvensional. Teruntuk tenaga listrik, akan dihasilkan melalui perubahan energi kinetik menjadi energi listrik pada saat proses pengereman.

Contoh mobil dengan tipe ini yakni Toyota Innova Hybrid, Hyundai Ioniq Hybrid, dan lain sebagainya.

Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)

Sama halnya dengan HEV, mobil PHEV menggunakan tenaga hybrid yakni gabungan antara tenaga listrik dan konvensional. PHEV memiliki sumber tenaga yang berasal dari kedua daya tersebut yang digunakan secara bersamaan.

Namun, perbedaan antara PHEV dengan HEV yakni PHEV bisa dilakukan pengisian daya listrik dari luar seperti halnya BEV. Jadi, selain bisa mengisi tenaga konvensional, mobil tipe ini juga bisa mengisi tenaga listrik.

Contoh kendaraan PHEV yakni Mitsubishi Outlander PHEV, Toyota RAV4 PHEV, dan lain sebagainya.

Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) 

Hampir sama dengan BEV, namun FCEV memiliki cara kerja yang lebih rumit lantaran mampu mendatangkan energi listrik dengan memanfaatkan teknologi Fuel Cell. Fuel Cell sendiri adalah teknologi yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik melalui reaksi antara bahan bakar dan oksigen.

FCEV menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar dan menghasilkan listrik dan air sebagai produk sampingan. Contoh mobil jenis ini adalah Toyota Mirai, Hyundai Nexo, dan lain sebagainya.

Bagaimana, Anda tertarik memiliki salah satunya?

EDITOR: Estu Suryowati