JawaPos.com - Pendatang baru merek Tiongkok yang hanya memasarkan mobil listrik yaitu Neta mulai melakukan ekspansi dengan membuka diler baru untuk menunjang aftersales.
Produk yang pertama kali dipasarkan adalah Neta V dimana pertama diluncurkan lewat ajang GIAAS beberapa bulan lalu. Bahkan PT Neta Auto Indonesia (NAI) mengklaim kalau produk pertamanya yang dipasarkan mendapat sambutan positif dari konsumen.
Dalam cacatan internal mereka kurang lebih 200 unit sudah dipesan konsumen sejak pertama diluncurkan.
Penasaran dengan Neta V, JawaPos.com mendapat kesempatan untuk menjajal mobil listrik yang berstatus CBU ini beberapa hari.
Masuk kedalam kabin dan berada di balik kemudi Neta V, terasa cukup nyaman dengan postur tinggi 171 cm. Desain dasbor terlihat sederhana namun aura futuristik masih bisa dirasakan.
Meter clusternya memanjang di depan pengemudi, menampilkan beragam informasi dasar kendaraan termasuk speedometer, status daya baterai, gear selector hingga odometer.
Pada tengah dashboard terdapat layar sentuh vertikal berukuran 14,6 inci. Meskipun layar sentuh vertikal berbentuk tablet yang cukup besar tak mengganggu pandangan pengemudi ke arah luar cukup lapang.
Sedangkan pada pilar A juga tidak berukuran terlalu besar membuat perhatian di sisi kiri dan kanan kendaraan lebih mudah.
Saat akan memulai berkendara butuh waktu untuk menyesuaikan karena tanpa ada tombol fisik untuk memulai operasi. Saya berpendapat meskipun kesan futuristik tapi juga membingungkan, mungkin karena pertama kali.
Langkah untuk menjalankannya injak pedal rem, memasukkan gear selector ke mode D yang ada di sisi kanan lingkar kemudi [electronic shifter], lalu menginjak pedal akselerator. Kendaraan mulai berjalan, butuh penyesuaian agar terbiasa.
Untuk pengoperasian berbagai fitur kendaraan, dilakukan di layar utama. Memang perlu waktu untuk mempelajari beragam menu di dalamnya, termasuk pilihan mode berkendara, tingkat regenerative braking hingga fitur one pedal yang memudahkan.
Meskipun lingkar kemudi terasa kurang begitu responsif saat dibawa berkendara namun tidak sampai mengganggu pengendalian. Ketika mobil bergerak pelan, kemudi terasa cukup ringan, bahkan beberapa kali terasa terlalu ringan.
Namun saat kecepatan meningkat, kekakuan kemudi terasa meyakinkan untuk pengendalian kendaraan. Di atas kertas tenaga instannya terasa cepat untuk membawa kendaraan ke kecepatan 50 km per jam. Neta V mampu berakselerasi dari 0 sampai 50 km/jam hanya dalam waktu 3,9 detik dengan mode sport.
Menjajal kecepatan di jalan bebas hambatan, ingin merasakan perbedaan antara menggunakan mode S dengan D biasa. Hasilnya bedanya tak terlalu signifikan antara mode S dan D.
Berbeda dengan merek Korea Selatan yang sangat terasa perbedaannya antar mode yang dipilih, hal ini wajar bahwa ada harga ada barang.
Memang pada Neta V tarikan pada mode S agak sedikit beda rasa dengan mode D, tapi tak terlalu signifikan rasanya. Jadi agar lebih mengirit baterai lebih baik tetap menggunakan mode D.
Namun bila ingin merasakan performa layaknya mobil bensin silahkan injak pedalgas lebih dalam akan tetapi resikonya baterai akan cepat terkuras. Menggunakan mobil listrik memang harus bisa menjaga kecepatan yang konstan agar baterai tak cepat terkuras.
Saat melintasi polisi tidur kejut yang ada pada jalan tol dengan kecepatan 4Okm/jam, mobil ini terasa melayang. Suspensi belakang Neta V masih terasa 'empuk'atau terlalu mengayun, ini terasa kurang nyaman. Terasa seperti di "lempar' karena goyangannya sangat terasa, suspensi kurang mampu meredam getaran yang ada.
Meskipun memiliki akselerasi yang baik, kecepatan maksimal Neta V hanya mencapai 120 km/jam. Hal ini mungkin menjadi kendala bagi pengemudi yang biasanyasering berkendara dengan kecepatan tinggi.
Perlu diketahui beberapa tuas berbeda dengan mobil Jepang, Neta V mempunyai tuas di sebelah kiri untuk sein seperti mobil Eropa, serta pengaturan wiper. Namun pengoperasian wiper tidak naik-turun karena sudah untuk sein, melainkan pakai tombol kecil.
Dan mobil juga tidak punya rem tangan alias parking brake, jadi satu paket langsung ke posisi "P". Secara dimensi, Neta V memiliki panjang 4.070 mm, lebar1.690 mm dan tinggi 1.540 mm.
Neta V memiliki jarak tempuh sekitar 380 km, bila ingin melakukan perjalanan jarak jauh, Anda perlu mempertimbangkan ketersediaan stasiun pengisian daya disepanjang rute perjalanan.
Mobil ini dibekali baterai lithium-ion berukuran 40,7 kWh yang menggunakan pengisian daya AC (Tipe 2) maksimum 6,6 kW, waktu pengisian penuh Neta V adalah sekitar 8 jam. Namun, dengan pengisian cepat DC (CCS2) pada 100 kW, kamu dapat mengisi 30-80% baterai dalam waktu hanya 30 menit.
Mobil yang dibanderol hampir empat ratus juta tepatnya Rp379 juta, merupakan rentang harga yang sebenarnya gak bisa dibilang murah juga. Ada bebepa pilihan warna yang menarik seperti Sky blue, Glaze Cyan, Midnight Gray, Moonlight Green, dan Sakura Pink.
Mobil listrik Neta V masih cukup nyaman untuk dibawa berkendara di dalam kota. Dengan spesifikasi teknis yang baik dan fitur-fitur modern seperti pengisian cepat dan vehicle-to-load (V2L).
Sayangnya sistem pengisian baterai dari mobil listrik belum mendukung untuk pengisian rumahan. Di sisi lain meskipun memiliki keterbatasan kecepatan maksimal, Neta V bisa menjadi opsi pertimbangkan bagi yang mencari kendaraan ramah lingkungan.