JawaPos.com - Tesla menghadapi fase baru dalam perjalanan bisnisnya ketika perusahaan kendaraan listrik milik Elon Musk mulai mengalihkan fokus dari penjualan mobil menuju robotika, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi kendaraan otonom. Perubahan strategi tersebut terjadi ketika kinerja keuangan Tesla kembali mendapat tekanan, meski pendapatan perusahaan masih mencatat pertumbuhan.
Tesla melaporkan laba kuartal II 2026 yang jauh di bawah perkiraan pasar. Kondisi itu membuat saham perusahaan turun lebih dari 3 persen dalam perdagangan setelah jam bursa. Tesla, yang sebelumnya menjadi simbol utama kerajaan teknologi Musk, kini harus membuktikan bahwa investasi besar pada AI dan robot humanoid dapat menghasilkan nilai bisnis baru.
Dilansir dari The Guardian, Kamis (23/7/2026), Tesla membukukan laba per saham sebesar 31 sen dolar AS atau USD 0,31 per saham, jauh di bawah ekspektasi Wall Street sebesar 51 sen dolar AS per saham. Sementara itu, pendapatan perusahaan mencapai USD 28,23 miliar atau sekitar Rp505,5 triliun dengan asumsi kurs Rp17.920 per dolar AS, melampaui perkiraan analis sebesar USD 25,71 miliar. Setelah laporan tersebut dirilis, saham Tesla langsung melemah lebih dari 3 persen dalam perdagangan setelah jam kerja.
Baca Juga: Robotaxi Menuju Era Triliunan Dolar, Tesla dan Raksasa Teknologi Tiongkok Memimpin Perlombaan Global
Penurunan laba terjadi ketika Tesla menghadapi tekanan dari berbagai arah. Berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat serta meningkatnya persaingan dari produsen mobil listrik dengan harga lebih murah asal Tiongkok turut memengaruhi kinerja perusahaan.
Meski demikian, penjualan kendaraan Tesla pada kuartal II justru melampaui perkiraan pasar, terutama didorong permintaan di Eropa yang masih memiliki subsidi kendaraan listrik serta kenaikan harga bahan bakar akibat konflik Amerika Serikat dan Iran.
Namun, bagi Musk, masa depan Tesla tidak lagi hanya bergantung pada mobil listrik. Perusahaan kini menempatkan robot humanoid Optimus, sistem kemudi otonom, dan layanan taksi tanpa pengemudi Robotaxi sebagai sumber pertumbuhan utama. Musk bahkan sebelumnya menyebut Optimus sebagai produk terbesar yang pernah dibuat Tesla.
Dalam laporan The Guardian, Musk kembali menegaskan ambisi tersebut dalam konferensi laporan keuangan Tesla. "Optimus akan menjadi produk terbesar yang pernah ada," ujar Musk.
Namun, dia mengakui proyek tersebut menghadapi tantangan teknologi dan produksi yang besar.
"Ini adalah salah satu hal tersulit yang harus diselesaikan untuk membuat robot humanoid otonom yang dapat melakukan berbagai tugas," katanya.
Selain robot humanoid, layanan Robotaxi juga menjadi fokus utama Tesla dalam membangun sumber pendapatan baru. Tesla memperluas layanan tersebut ke Tampa dan Orlando setelah sebelumnya tersedia secara terbatas di Austin, Dallas, Houston, dan Miami. Meski demikian, jumlah kendaraan yang beroperasi masih kecil, dengan sekitar 50 Robotaxi yang berjalan di Austin.
Musk mengatakan Tesla bergerak cepat dalam mengembangkan Robotaxi, tetapi tetap memprioritaskan keselamatan.
"Kami bergerak secepat mungkin dalam memperluas Robotaxi, tetapi sambil memastikan bahwa kami tidak membahayakan siapa pun sama sekali, dan idealnya bahkan tidak menabrak hewan peliharaan," ujarnya.
Perubahan arah Tesla mencerminkan persaingan baru di industri teknologi global, ketika perusahaan tidak lagi hanya berlomba menjual perangkat keras, tetapi membangun ekosistem AI yang mampu menciptakan layanan otomatisasi.
Namun, janji besar Musk selama bertahun-tahun terkait kendaraan otonom masih menghadapi tantangan realisasi, termasuk regulasi, keamanan, dan kemampuan produksi massal.
Dengan demikian, laporan terbaru Tesla menunjukkan bahwa transisi menuju perusahaan AI dan robotika belum berjalan mulus. Di tengah ambisi Musk membawa Tesla ke era baru otomatisasi, investor kini menunggu bukti bahwa teknologi masa depan tersebut mampu menggantikan ketergantungan perusahaan pada bisnis kendaraan listrik yang selama ini menjadi fondasi utamanya.
Baca Juga: Elon Musk Kehilangan Status Triliuner Setelah Koreksi Saham Tesla dan SpaceX Hantam Kekayaannya