← Beranda
Jangan Tunggu Pecah di Jalan! Begini Cara Merawat Selang Radiator Mobil agar Mesin Tetap Aman
Nurul Adriyana SalbiahSelasa, 7 Juli 2026 | 00.49 WIB
Selang radiator mobil. (Suzuki)

JawaPos.com - Selang radiator menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pendingin mesin mobil. Meski bentuknya sederhana, kerusakan pada bagian ini bisa memicu kebocoran cairan pendingin hingga menyebabkan mesin mengalami overheat jika tidak segera ditangani.

Sayangnya, banyak pemilik kendaraan baru menyadari pentingnya perawatan selang radiator ketika masalah sudah terjadi. Padahal, dengan pemeriksaan dan perawatan rutin, usia pakai komponen berbahan karet ini dapat lebih panjang sekaligus menjaga performa sistem pendingin tetap optimal.

Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk merawat selang radiator mobil seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

Baca Juga: Ramalan Zodiak Cancer Besok, Selasa 7 Juli 2026: Ikuti Intuisi, Rezeki Datang Tak Terduga dan Hubungan Semakin Hangat

1. Lakukan Pemeriksaan Kondisi Selang Secara Berkala

Luangkan waktu untuk memeriksa kondisi fisik selang radiator, baik yang berada di bagian atas maupun bawah mesin. Perhatikan apakah mulai muncul retakan kecil, permukaan yang mengeras, atau tanda-tanda keausan lainnya.

Kamu juga bisa menekan permukaan selang secara perlahan untuk mengecek elastisitasnya. Jika terasa terlalu keras atau justru terlalu lembek, kondisi tersebut bisa menjadi pertanda selang sudah mulai melemah dan perlu diganti. Pemeriksaan sederhana ini sebaiknya dilakukan setidaknya satu kali setiap bulan agar potensi kebocoran dapat dideteksi lebih awal.

2. Gunakan Cairan Pendingin yang Sesuai

Kondisi selang radiator juga dipengaruhi oleh jenis cairan pendingin yang digunakan. Sebaiknya gunakan coolant berkualitas sesuai rekomendasi pabrikan karena cairan tersebut dirancang untuk mencegah karat sekaligus menjaga komponen karet tetap awet.

Hindari menggunakan air keran sebagai pengganti coolant. Kandungan mineral di dalamnya berpotensi menimbulkan endapan dan mempercepat kerusakan pada sistem pendingin. Selain itu, lakukan penggantian cairan pendingin secara berkala, misalnya setiap menempuh sekitar 20.000 kilometer atau mengikuti jadwal perawatan kendaraan.

3. Pastikan Posisi Selang dan Klem Tetap Kuat

Saat melakukan pengecekan, pastikan jalur selang tidak tertekuk atau terjepit komponen lain. Posisi pemasangan yang benar akan membantu aliran cairan pendingin tetap lancar sehingga suhu mesin lebih stabil.

Periksa pula kondisi klem pengikat di setiap sambungan. Jika mulai longgar atau terlihat ada rembesan cairan, segera kencangkan menggunakan alat yang sesuai. Selain mencegah kebocoran, langkah ini juga menghindarkan selang dari gesekan terus-menerus dengan komponen di sekitarnya yang dapat mempercepat kerusakan.

4. Jaga Suhu Mesin Tetap Stabil dan Bersihkan Radiator

Perhatikan indikator suhu mesin saat berkendara. Jika temperatur mulai meningkat secara tidak normal, segera cari penyebabnya karena panas berlebih dapat memberikan tekanan tinggi pada selang radiator.

Tak kalah penting, bersihkan kisi-kisi radiator secara rutin agar proses pelepasan panas tetap maksimal. Debu, lumpur, hingga daun kering yang menumpuk dapat menghambat aliran udara dan membuat sistem pendingin bekerja lebih berat. Pembersihan bisa dilakukan saat mencuci mobil menggunakan semprotan air bertekanan rendah.

5. Ganti Selang Sesuai Umur Pakainya

Karena terbuat dari karet, selang radiator memiliki masa pakai yang terbatas. Umumnya komponen ini disarankan diganti setiap tiga hingga lima tahun, tergantung kondisi pemakaian dan rekomendasi pabrikan.

Jangan menunggu hingga selang pecah saat kendaraan digunakan. Jika muncul tanda seperti permukaan menggelembung, retak, atau mulai bocor, sebaiknya segera lakukan penggantian. Biaya mengganti selang radiator jauh lebih terjangkau dibandingkan harus memperbaiki kerusakan mesin akibat overheat.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah