JawaPos.com - Membeli mobil bekas memang bisa jadi solusi hemat, apalagi di tengah kebutuhan mobilitas yang terus meningkat. Namun, ada satu hal yang sering luput dari perhatian banyak orang, yaitu kondisi karat pada mobil. Masalah ini terlihat sepele di awal, tapi bisa berdampak besar pada keamanan dan biaya perbaikan di kemudian hari.
Karat bukan cuma soal tampilan yang kurang sedap dipandang. Jika sudah parah, korosi bisa merusak struktur kendaraan dan menurunkan kekuatan rangka. Inilah yang membuat kamu perlu ekstra teliti sebelum memutuskan membeli mobil bekas, terutama jika tidak mengetahui riwayat penggunaannya.
Agar tidak salah pilih, kamu perlu tahu cara mendeteksi tanda-tanda karat sejak dini. Selain itu, pastikan juga kamu membeli dari platform atau penjual terpercaya supaya proses jual beli lebih aman dan transparan.
Baca Juga: Trump Klaim Negosiasi dengan Iran Sangat Baik, Tapi Tetap Sindir Keras Teheran
Berikut 5 cara mendeteksi mobil bekas yang berkarat seperti dirangkum dari laman Ibid Astra!
1. Amati Kondisi Visual Secara Menyeluruh
Langkah awal yang bisa kamu lakukan adalah memperhatikan tampilan luar mobil. Tanda-tanda awal karat biasanya terlihat dari cat yang mulai menggelembung, retak, atau bahkan mengelupas.
Area seperti ini sering jadi indikasi bahwa lapisan logam di bawahnya sudah mulai teroksidasi. Jangan hanya fokus pada satu sisi saja, periksa seluruh bodi mobil, termasuk bagian yang jarang diperhatikan seperti sudut-sudut panel.
2. Cek Bagian Kolong Mobil
Bagian bawah mobil adalah area yang paling rentan terhadap karat karena langsung terpapar air, lumpur, dan perubahan cuaca. Kamu bisa melihat kondisi rangka, sambungan, serta area sekitar roda.
Jika karat masih ringan mungkin belum terlalu berbahaya, tapi kalau sudah menyebar luas hingga terlihat rapuh, ini bisa memengaruhi kekuatan struktur mobil. Idealnya, kolong mobil rutin dibersihkan, terutama setelah melewati genangan air atau banjir.
3. Periksa Area Tersembunyi
Jangan lupa mengecek bagian yang tidak langsung terlihat, seperti bagian dalam pintu, kap mesin, dan bagasi. Area-area ini sering luput dari perhatian, padahal justru rawan menjadi tempat munculnya karat.
Perhatikan apakah ada noda kecokelatan, lapisan cat yang terkelupas, atau tanda-tanda lembap. Jika sudah muncul gejala awal, karat bisa cepat menyebar ke bagian lain jika tidak segera ditangani.
4. Ketuk Panel untuk Cek Kondisi Dalamnya
Cara sederhana tapi cukup efektif adalah dengan mengetuk panel bodi atau bagian bawah mobil. Dengarkan suara yang dihasilkan, jika terdengar padat dan solid, biasanya kondisi masih baik.
Tapi kalau bunyinya terasa kosong atau tidak rata, bisa jadi bagian tersebut sudah mengalami korosi cukup parah. Apalagi jika saat diketuk muncul serpihan atau debu karat, ini tanda kerusakan sudah cukup serius.
5. Telusuri Riwayat Penggunaan Mobil
Terakhir, penting untuk mengetahui sejarah penggunaan mobil tersebut. Tanyakan langsung kepada pemilik sebelumnya apakah mobil pernah terendam banjir atau sering digunakan di daerah rawan genangan.
Mobil yang pernah terendam air memiliki risiko tinggi mengalami karat, terutama di bagian kolong dan lantai kabin. Selain itu, bau apek atau tidak sedap di dalam mobil juga bisa jadi indikasi bahwa kendaraan pernah terkena banjir.