← Beranda
Komdigi Sebut Steam Sudah Minta Maaf soal Polemik IGRS: Ternyata Salah Tahap, Bukan 'Rating Palsu'
Rian AlfiantoSelasa, 7 April 2026 | 05.27 WIB
Ilustrasi platform distribusi game, Steam. (Pocket-lint)

JawaPos.com - Polemik Indonesia Game Rating System (IGRS) memasuki babak baru. Setelah sempat memicu tudingan 'rating palsu' dan kritik dari berbagai pihak, kini terungkap bahwa kekacauan label usia di Steam dipicu oleh miskomunikasi internal.

Pihak platform bahkan disebut telah menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah Indonesia.

Steam Akui Kesalahan Prosedur

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengkonfirmasi bahwa Steam telah mengirimkan email permintaan maaf terkait insiden tersebut.

Baca Juga: Sempat Mondar-mandir di Rel, Perempuan di Pasuruan Tewas Tertabrak Kereta Api

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, menjelaskan bahwa masalah utama bukan pada niat pelanggaran, melainkan tahapan prosedur yang terlewat.

“Mereka mengirim email minta maaf karena ada miskomunikasi. Ada satu tahap yang mereka lewatkan,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/4).

Tahap yang dimaksud adalah kewajiban platform untuk melaporkan hasil klasifikasi mandiri kepada pemerintah sebelum ditampilkan ke publik.

Seharusnya, setelah laporan dikirim, Kemkomdigi akan melakukan verifikasi dan memberikan 'lampu hijau' sebelum sistem diuji coba secara terbuka.

Namun dalam kasus ini, Steam langsung menampilkan label IGRS tanpa melalui proses tersebut.

Rating yang Muncul Bukan Hasil Resmi

Pemerintah juga kembali menegaskan bahwa rating IGRS yang sempat muncul di Steam bukanlah hasil klasifikasi resmi.

Label tersebut berasal dari sistem penilaian mandiri platform yang belum diverifikasi. Hal inilah yang menyebabkan banyak kejanggalan, mulai dari game dewasa berlabel 3+ hingga game ramah anak justru mendapat rating 18+.

Kondisi ini sempat memicu kebingungan luas di kalangan gamer dan orang tua, sekaligus memancing kritik keras terhadap sistem IGRS.

Steam Tarik Label IGRS

Sebagai tindak lanjut, Steam kini telah mencabut seluruh label IGRS dari platformnya dan kembali menggunakan sistem rating internasional. Langkah ini diambil sambil menunggu proses sinkronisasi dengan pemerintah selesai.

Menurut Sonny, implementasi IGRS di Indonesia memang belum bisa dilakukan secara instan seperti di negara lain.

“Kalau di negara lain sudah matang, bisa langsung jalan. Di kita masih harus sinkronisasi logika rating,” jelasnya.

Saat ini, penerapan IGRS di Steam masih berada pada tahap uji coba. Bahkan, belum ada kerja sama formal atau integrasi sistem antara pemerintah dan platform.

Belum tersedianya nota kesepahaman resmi dan jntegrasi API sistem klasifikasi menjadi salah satu alasan mengapa implementasi berjalan tidak mulus. Artinya, baik pemerintah maupun platform masih dalam proses menyesuaikan sistem masing-masing.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah