← Beranda
Hotspot Kalteng dan Kalbar Masih jadi Perhatian, Menhut Perkuat Penanganan Karhutla 
Muhammad Ridwan• Selasa, 13 Oktober 2026 | 02.09 WIB
Para prajurit TNI memadamkan api di lokasi karhutla. Belasan ribu personel dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di berbagai daerah Indonesia. (TNI)

 

JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan upaya pemadaman dilakukan secara maksimal untuk mengendalikan kebakaran.

Peninjauan berlangsung di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Senin (12/10). Raja Juli hadir bersama Gubernur Kalsel H. Muhidin serta didampingi jajaran TNI dan Polri.

Di lokasi, Raja Antoni memeriksa kondisi area yang terdampak karhutla sekaligus memantau langkah-langkah penanganan yang dilakukan petugas. Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam upaya pengendalian kebakaran, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, Kapolda, Danrem, Masyarakat Peduli Api (MPA), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), hingga para relawan.

Raja Juli menyebut, data Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) Kementerian Kehutanan menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan mencatatkan kondisi hotspot terbaik di antara provinsi-provinsi di Pulau Kalimantan. Namun, capaian tersebut bukan alasan untuk mengurangi kewaspadaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Dan per hari ini tercatat alhamdulillah Kalimantan Selatan angka hotspot-nya terbaik di Kalimantan. Kita masih punya tantangan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat namun hal itu tidak membuat kita terlena,” kata Raja Juli saat melakukan pemantauan langsung.

Berdasarkan data Sipongi Kementerian Kehutanan dengan batas waktu pencatatan (cut off) 11 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB, terdapat 519 titik panas di enam provinsi prioritas penanganan karhutla. Di wilayah Kalimantan, Kalimantan Tengah mencatat jumlah hotspot tertinggi, yakni 199 titik. Angka tersebut menurun dibandingkan 288 titik yang tercatat pada 10 Oktober 2026.

Sementara itu, jumlah hotspot di Kalimantan Selatan turun dari 28 titik menjadi 15 titik. Sebaliknya, Kalimantan Barat mengalami peningkatan dari 44 titik menjadi 68 titik. Data tersebut menunjukkan bahwa upaya pengendalian kebakaran masih perlu diperkuat, terutama di daerah yang mengalami kenaikan jumlah titik panas.

Di luar Kalimantan, Sumatera Selatan mencatat 223 titik hotspot, disusul Riau dengan 14 titik. Adapun Jambi tidak mencatatkan titik panas atau nol hotspot. Pemerintah terus memantau perkembangan tersebut guna memastikan penanganan karhutla berjalan optimal dan koordinasi antarpihak tetap terjaga.

Lebih lanjut, Raja Juli meminta seluruh unsur yang terlibat tetap menjaga sinergi dan kekompakan selama proses penanganan berlangsung. Ia menegaskan bahwa kerja sama yang solid diperlukan agar kebakaran dapat dikendalikan dengan baik dan dampaknya bisa diminimalkan.

Baca Juga: Gubernur Kalsel Minta Maaf Penanganan Karhutla Belum Merata, Fokus ke Dekat Bandara

“Saya minta seluruh pihak terus menjaga kerja sama dan kekompakan di lapangan. Kita bekerja maksimal untuk memastikan karhutla dapat ditangani dengan baik,” pungkasnya.

EDITOR: Kuswandi