← Beranda
Syahganda Jadi Kepala Bakom RI, Siapkan Strategi Komunikasi Pemerintah Berbasis AI
Muhammad Ridwan• Sabtu, 3 Oktober 2026 | 01.22 WIB
Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan (kanan) dan Fadli Hartono sebagai Kepala dan Wakil Kepala Bakom RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10). (Istimewa)

JawaPos.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan punya strategi khusus pada jabatan yang diembannya. Syahganda berencana memadukan strategi komunikasi pemerintah dengan perkembangan teknologi digital. Termasuk diantaranya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah untuk memperluas penyampaian program serta pemikiran Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat.

Syahganda menjelaskan komunikasi pemerintah tidak hanya menyangkut bagaimana program disampaikan kepada publik. Lebih dari itu, masyarakat juga perlu memahami pemikiran presiden yang menjadi dasar dalam menjalankan berbagai kebijakan pemerintah.

“Karena yang paling susah ditangkap oleh rakyat itu adalah pikiran presiden. Program oke, kemudian orang melihatnya, tapi pikiran?” kata Syahganda usai dilantik di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (2/10).

Dia menyebut pemikiran Prabowo sebagai gagasan yang konstitusional dan perlu diketahui oleh masyarakat. Karena itu, penyampaian pesan pemerintah dinilai perlu dilakukan secara efektif agar gagasan tersebut dapat dipahami publik.

“Pikiran-pikiran beliau itu adalah pikiran-pikiran konstitusional. Dan itu penting sampai rakyat tahu semua,” ujarnya.

Syahganda mengatakan dirinya akan meneruskan program komunikasi pemerintah yang telah berjalan. Namun, pelaksanaannya juga akan disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi pola masyarakat dalam menerima informasi.

 

Syahganda menambahkan, perkembangan algoritma dan AI akan menjadi salah satu hal yang diperhatikan Bakom RI. Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut menghadirkan tantangan baru dalam komunikasi pemerintah di era digital.

 

“Yang kedua, kita akan mempelajari soal algoritma. Karena tantangan terbesar pada komunikasi itu adalah soal algoritma, soal AI, dan lain-lain,” ucapnya.

Untuk memahami persoalan tersebut secara lebih mendalam, Syahganda membuka kemungkinan membentuk kelompok atau tim khusus di lingkungan Bakom RI. Tim tersebut akan mempelajari pengaruh algoritma terhadap penyampaian pesan pemerintah kepada masyarakat.

“Mungkin kita akan mengembangkan satu kelompok atau tim khusus mempelajari bagaimana algoritma itu bisa merusak atau memberi jarak antara pikiran-pikiran Presiden dengan masyarakat,” tuturnya.

Dia juga menilai perkembangan teknologi digital dan AI perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi cara pesan Presiden diterima masyarakat.

“Jadi, pikiran-pikiran Presiden menurut saya selama ini banyak didistorsi. Distorsi oleh kekuatan AI itu,” beber Syahganda.

Lebih lanjut, Syahganda bersama Wakil Kepala Bakom RI Fadli Tri Hartono selanjutnya akan menggabungkan pola komunikasi pemerintah yang sudah berjalan dengan pemanfaatan teknologi yang terus berkembang.

“Dengan kehadiran saya dan Pak Fadli yang ada, ya kita tentu akan mengombinasikan dengan teknologi yang berkembang sekarang ini,” ungkap Syahganda.

 

EDITOR: Diar Candra