JawaPos.com – Kementerian Perhubungan menambah jumlah armada yang dilibatkan dalam pencarian korban KM Virgo Transport 8.
Tiga kapal negara milik Ditjen Perhubungan Laut dikirim ke Kalimantan Selatan untuk memperkuat pencarian korban bersama Tim SAR Gabungan.
"Yakni KN Grantin P.211, KN Kunyit, dan KN Miang Besar untuk mendukung pelaksanaan operasi SAR," katanya Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin Hary Bowo Seno Putro, Minggu (27/9) sebagaimana dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, ketiga kapal tersebut bersinergi dengan KN SAR Pacitan, KN SAR Kamanjaya, KRI GNR 332, KRI Sultan Iskandar Muda, serta unsur laut lainnya yang terlibat dalam operasi.
Baca Juga: Percepat Proses Identifikasi, Basarnas Angkut 7 Korban Virgo Transport 8 Ke Banjarmasin via Udara
"Operasi SAR Gabungan masih difokuskan pada penyelaman di badan KMP Virgo Transport 8, pencarian dan evakuasi korban, serta pemutakhiran data korban secara terintegrasi," lanjutnya.
Pelaksanaan pencarian dan evakuasi tetap menyesuaikan kondisi cuaca, gelombang, arus laut, asesmen soal keselamatan di lokasi operasi.
Keselamatan seluruh personel, khususnya tim penyelam, tetap menjadi prioritas dalam setiap tahapan operasi.
Ia mengatakan KN Kunyit telah berada di area operasi dan disiapkan sebagai unsur pendukung di Ring 1.
Kapal tersebut telah dilengkapi reefer container sebagai fasilitas penampungan sementara jenazah apabila diperlukan.
Baca Juga: Operasi Pencarian Korban Tenggelamnya KMP Virgo Transport-8 Kembali Diperpanjang 7 Hari
“Apabila dalam proses penyelaman ditemukan korban dalam jumlah cukup banyak, KN Kunyit telah kami siapkan sebagai unsur pendukung di Ring 1. Kapal ini telah dilengkapi reefer container untuk mendukung penanganan dan penampungan sementara jenazah sebelum proses evakuasi lebih lanjut,” jelas Hary.
Selain KN Kunyit, pada Sabtu (26/9) KN Miang Besar telah sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk memuat reefer container untuk evakuasi.
Setelah proses pemasangan dan persiapan selesai, kapal tersebut akan bergabung untuk memperkuat dukungan operasi di area pencarian.
Dengan demikian, terdapat dua Kapal Negara Kenavigasian yang dilengkapi reefer container, yaitu KN Kunyit dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin dan KN Miang Besar dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Samarinda.
"Keduanya disiapkan untuk memberikan dukungan apabila hasil pencarian dan penyelaman membutuhkan kapasitas penanganan korban yang lebih besar,” jelas Hary.
Baca Juga: Update Tragedi KM Virgo Transport 8: Tim SAR Gabungan kembali Temukan 11 Korban
Sementara itu, Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak, Capt. Rusmanu, mengatakan Kapal Negara Patroli KN Grantin P.211 hingga hari ini tetap berada di area operasi untuk mendukung pelaksanaan Operasi SAR Gabungan.
Ia menjelaskan, ketiga Kapal menjalankan fungsi dan tugas sesuai kebutuhan operasi pencarian korban.
Mulai dari dukungan keselamatan navigasi, pencarian dan penyisiran, dukungan operasional dan mobilisasi, hingga dukungan proses evakuasi korban.
Dia menegaskan seluruh unsur bergerak dan bersinergi dalam satu misi kemanusiaan untuk mendukung pencarian dan evakuasi korban KMP Virgo Transport 8 hingga operasi dinyatakan selesai.
"Dalam setiap pelaksanaannya, kami tetap memastikan kesiapan dan keselamatan personel maupun sarana operasi sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan tugas,” kata Rusmanu.
Baca Juga: Pencarian Korban Tragedi KMP Virgo Transport 8 Terkendala Arus Bawah Laut, 82 Masih Dicari
Selain unsur laut, Tim SAR Gabungan juga memaksimalkan dukungan unsur udara dengan mengerahkan helikopter milik Basarnas dan TNI Angkatan Laut.
Berdasarkan data Basarnas pada Sabtu (26/9) pukul 19.00 Wita, dari total 243 penumpang di atas kapal, sebanyak 172 orang telah ditemukan.
Mereka terdiri atas 108 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia, sementara 71 orang masih dalam pencarian.