JawaPos.com - Tim SAR Gabungan memindahkan tujuh korban kecelakaan laut KM Virgo Transport 8 dari Palangkaraya menuju Banjarmasin pada Minggu (27/9). Proses perpindahan itu dilakukan dengan dua helikopter Basarnas.
Pemindahan via moda transportasi udara ini diambil guna mempercepat proses identifikasi dan perawatan medis para korban di Rumah Sakit Bhayangkara. Penerbangan evakuasi darurat tersebut melibatkan helikopter armada udara HR-3601 dan HR-3604 milik Basarnas.
Sebelum diterbangkan ke Banjarmasin, ketujuh korban tersebut berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di sejumlah lokasi. Rinciannya, empat korban ditemukan di Kabupaten Sukamara, dua korban di Kabupaten Seruyan, serta satu korban lainnya ditemukan di kawasan Sungai Cabang, Pangkalan Bun.
Usai ditemukan, para korban terlebih dahulu dievakuasi menuju Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya pada Sabtu (26/9). Tjilik Riwut menjadi sebagai titik kumpul sebelum penerbangan lanjutan.
Evakuasi Udara Menuju RS Bhayangkara
Pada Minggu (27/9), dua helikopter Basarnas melepas landas dari Palangkaraya membawa seluruh korban menuju Bandar Udara Syamsudin Noor, Banjarmasin. Setibanya di Banjarmasin, seluruh korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara. Fasilitas kesehatan ini disiapkan khusus untuk menjalani proses identifikasi serta penanganan medis lanjutan oleh tim ahli.
Langkah evakuasi udara ini diprioritaskan demi memangkas waktu tempuh menuju fasilitas medis yang memadai.
Basarnas Kerahkan Seluruh Resource Operasi SAR
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan, pihaknya terus memaksimalkan seluruh potensi dan armada penolong dalam operasi insiden KM Virgo Transport 8 ini.
"Setiap korban yang berhasil ditemukan menjadi prioritas untuk segera dievakuasi dan mendapatkan penanganan. Basarnas bersama seluruh unsur SAR akan terus melakukan upaya terbaik dalam proses pencarian, evakuasi, dan identifikasi korban," tegasnya, Minggu (27/9).
Penggunaan dua unit helikopter sekaligus merupakan bagian dari skenario operasi cepat untuk mengamankan kondisi korban.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus melanjutkan penyisiran dan operasi pencarian di lapangan sesuai perkembangan situasi terbaru.