JawaPos.com - memasuki hari ke-12 Tim SAR gabungan masih berupaya mencari korban KM Virgo Transport 8 yang kecelakaan di laut Jawa, Minggu (13/9).
Seiring proses pencarian korban, publik saat ini juga mempertanyakan tanggung jawab dari nakhoda kapal bernama Haris Yulianto yang selamat dari insiden itu.
Nakhoda kapal yang seharusnya menjadi orang terakhir dalam insiden itu, justru diduga menjadi yang pertama menyelamatkan diri saat KM Virgo mulai tenggelam.
Sementara, hingga saat ini masih ada ratusan korban yang diduga terjebak dalam bangkai kapal yang telah tenggelam.
Baca Juga: Hari ke-11 Pencarian, 9 Korban KM Virgo Transport Berhasil Dievakuasi dari Dalam Bangkai Kapal
Di Mana Keberadaan Haris?
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) RI, Suntana mengatakan saat ini Haris masih dalam proses pemeriksaan oleh Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan.
Selain Haris, Polda Kalsel juga meminta keterangan pada sejumlah anak buah kapal (ABK).
"Nakhoda selamat dan sedang dalam proses pemeriksaan. Juga beberapa ABK dimintai keterangan," kata Suntan, mengutip Radar Banjarmasin, pada Kamis (24/9).
Sementara itu, Juru bicara PT Virgo Karya Shipping (VKS) Simson Rigi mengatakan, pascakecelakaan manajemen belum berkomunikasi secara langsung dan intensif dengan nakhoda karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
"Kami belum menjalin komunikasi dengan nakhoda, karena masih dalam pemeriksaan," katanya, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Update KM Virgo Transport 8: 1 Korban Ditemukan Nelayan, 116 Masih Hilang
Simson membantah bahwa kapten kapal tidak menolong penumpang yang masih terjebak di kapal.
Berdasarkan kesaksian sopir yang selamat, kapten disebut sempat memberikan pertolongan kepadanya.
“Kapten sudah ada konfirmasi dari salah satu sopir yang selamat. Bukan kami membela, disampaikan bahwa tanpa ditolong kapten dia sudah meninggal,” kata Simson.
Pemeriksaan jadi Wewenang Polda Kalsel
Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait kecelakaan KApal Virgo Transport 8.
salah satunyang diperiksa adalah Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Perak. Ia diperiksa pada Kamis (17/9).
Baca Juga: Update Kecelakaan KM Virgo Transport 8: Tim SAR Gabungan Temukan 1 Korban, 116 masih Dicari
Pemeriksaan dilakukan dengan meminjam tempat milik Ditpolairud Polda Jawa Timur. Kasus ini sepenuhnya akan ditangani oleh Polda Kalimantan Selatan.
Dirpolairud Polda Jawa Timur Kombespol Arman Asmara Syarifuddin menjelaskan, pihaknya bersifat mendukung kebutuhan dari pada Ditpolairud Polda Kalsel.
"Ada pemeriksaan dari penyidik Kalimantan Selatan kepada KSOP di sini.
Mereka pinjam tempat untuk melaksanakan pemeriksaan," kata Amran saat ditemui awak media.
Amran menjelaskan bahwa lokasi terjadinya kecelakaan KM Virgo Transport 8 itu masuk wilayah perairan Kalimantan Selatan.
Meski, dikatakan dekat dengan kawasan Masalembu barat daya yang merupakan bagian dari wilayah Sumenep, Jawa Timur.
Baca Juga: Pencarian KM Virgo Transport 8 Hari ke-10: 3 Korban Tewas Kembali Ditemukan
"Kalau masalah terjadinya KM Virgo itu titiknya masuk ke Kalimantan Selatan ya. Karena kejadiannya lebih dekat dan masuk di wilayah perairan Kalimantan Selatan. Walaupun dikatakan bahwasanya di Masalembu Barat Daya, ada lebih kurang 84 nautical mile," jelasnya.
Karena itu, laporan kepolisian serta penanganan perkara dilakukan oleh pihak berwenang di Kalimantan Selatan.
"Jadi, lebih dekat ke Kalimantan Selatan sehingga penyidikannya, LP-nya, locus delicti-nya dilaksanakan Kalimantan Selatan," katanya.
Hingga kini, Kamis (24/9) publik masih mempertanyakan keberadaan nakhoda kapal serta memintanya untuk bertanggung jawab dalam insiden yang menewaskan puluhan orang.
Selain itu, publik juga ingin mengetahui penyebab kecelakaan kapal buatan Jepang yang berusia 39 tahun tersebut.
Baca Juga: Daftar Lengkap 9 Jenazah Korban Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Diidentifikasi
Apakah akibat kelalaian manusia, faktor cuaca, kelayakan kapal, atau ada faktor lainnya.