JawaPos.com - Tim SAR Gabungan kembali menemukan tiga korban dalam kondisi meninggal dunia pada hari kesepuluh operasi pencarian KMP Virgo Transport 8, Selasa (22/9).
Hingga saat ini, sebanyak 126 dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes telah ditemukan, dengan rincian 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia, sementara 117 korban lainnya masih dalam pencarian.
Guna menunjang proses evakuasi dan penanganan jenazah korban, Ditjen Perhubungan Laut menyiagakan tiga unit reefer container (peti kemas pendingin) sebagai sarana penampungan sementara.
Plt. Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, mengungkapkan bahwa ketiga reefer container tersebut sedang dalam proses pengiriman menuju lokasi penanganan.
Baca Juga: Media TV di Gedung Putih Ogah Liput Agenda Trump usai Dibatasi
"Ketiga reefer container tersebut saat ini sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Banjarmasin dan diperkirakan tiba besok, Rabu (23/9). Selanjutnya, container tersebut akan digunakan untuk mendukung proses evakuasi jenazah dari lokasi tenggelamnya kapal," kata Triono, Selasa (22/9).
Pengerahan Kapal dan Pembagian Sektor SAR
Dalam operasi pencarian ini, Ditjen Perhubungan Laut menerjunkan armada Kapal Negara yang disebar ke beberapa sektor sesuai dengan rencana operasi SAR Gabungan.
- Ring 1: KN Miang Besar ditempatkan bersama KN SAR Pacitan, KRI Nala, dan KRI Canopus.
- Ring 2: KN.P.211 Grantin bersiaga bersama KP Orca 06 dan KN SAR Wisanggeni.
- Sektor Khusus: KN Kunyit disiapkan untuk mendukung pemasangan reefer container di lokasi operasi.
Survei Bawah Air dan Akselerasi Proses Salvage Kapal
Di samping pencarian korban, koordinasi terkait proses salvage (pengangkatan bangkai kapal) terus dimatangkan bersama pemilik kapal, surveyor, adjuster, serta pihak asuransi.
Baca Juga: AS Beri Sanksi Sekunder ke Iran, Semua Maskapai Komersial Teheran Diminta Hentikaan Operasional
Penyelaman bawah air dan penggunaan Remotely Operated Vehicle (ROV) telah dilakukan untuk memetakan kondisi fisik kapal yang tenggelam.
Merujuk pada rapat koordinasi penanganan salvage pada Senin (21/9), penetapan status kapal sebagai Total Loss kini sedang dipercepat.
Penetapan status ini menjadi syarat administratif krusial agar kapal resmi dinyatakan sebagai "kerangka kapal" sehingga tindakan pengangkatan fisik dapat segera dieksekusi.