JawaPos.com - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menegaskan semakin luas partisipasi internasional dalam The 5th Summit of Halal 20 (H20) 2026.
Itu menjadi momentum penting untuk mewujudkan visi halal Indonesia yang memberikan manfaat bagi masyarakat dunia.
Dihadiri ratusan peserta dari 48 negara, Haikal Hasan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh negara dan pemangku kepentingan yang telah mendukung penyelenggaraan H20 2026.
Baca Juga: Kota-Kota Besar Indonesia Berpotensi Hujan di Tengah Ancaman el Nino
Menurut dia, keberhasilan forum tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak.
BPJPH menyebut pada hari pertama penyelenggaraan The 5th Summit of Halal 20 (H20) telah menghasilkan 39 kerja sama strategis, memperkuat ekosistem jaminan produk halal skala nasional dan internasional.
”Kerja sama yang dihasilkan pada H20 ini menunjukkan bahwa penguatan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi lintas negara dan lintas sektor,” ujar Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal BPJPH Abd. Syakur dilansir dari Antara.
Baca Juga: Gugat Gibran ke MK, Deny Indrayana: Ada Surat Keterangan Penyetaraan Pendidikan Terbit Super Kilat
Kerja sama tersebut mencakup 15 Mutual Recognition Agreement (MRA), empat Memorandum of Understanding (MoU), 19 Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta satu Nota Kesepahaman antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan mitra strategis.
Melalui kerja sama tersebut, BPJPH memperkuat jejaring pengakuan sertifikasi halal internasional, memperluas kemitraan strategis, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia halal sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem jaminan produk halal yang semakin kuat dan terintegrasi.
”Melalui MRA, MoU, dan kerja sama penguatan sumber daya manusia, BPJPH terus membangun jejaring yang dapat mendukung terwujudnya jaminan produk halal yang semakin kuat, kredibel, dan diakui secara global,” ujar Syakur.
Sebanyak 15 MRA ditandatangani BPJPH dengan Halal Certification Bodies (HCBs) internasional.
MRA tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama pengakuan dan penerimaan sertifikasi halal antara Indonesia dan lembaga sertifikasi halal di berbagai negara.
Selain MRA, BPJPH juga menandatangani empat MoU dengan mitra strategis, yaitu Ministry of Food and Drug Safety (MFDS) Korea, UniGlobal Trainbiz (Shanghai) Co., Ltd., Wagstaff Food Service Pty Ltd Australia, dan Islam Channel Limited.
Baca Juga: Izin 5 Perusahaan Dicabut Terkait Karhutla, Pemerintah Tegaskan Tak Pandang Bulu
Kerja sama tersebut mencakup penguatan kolaborasi strategis yang mendukung pengembangan ekosistem halal dan perluasan jejaring kerja sama BPJPH dengan mitra internasional.
Di tingkat nasional, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus kerja sama yang dihasilkan dalam H20.
BPJPH menandatangani 19 PKS dengan Lembaga Pelatihan Halal (LPK) untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang jaminan produk halal.
Baca Juga: KPK Amankan Uang Ratusan Juta dalam OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara
Selain itu, BPJPH juga menandatangani satu Nota Kesepahaman dengan PT Agri Tekno Karya sebagai bagian dari penguatan kolaborasi dalam pengembangan ekosistem jaminan produk halal.
Tingginya partisipasi internasional tersebut, lanjut dia, menunjukkan bahwa H20 semakin berkembang sebagai forum yang mempertemukan negara dan berbagai pemangku kepentingan halal dari berbagai penjuru dunia.
Forum ini sekaligus memperkuat konektivitas dan kolaborasi dalam membangun ekosistem halal global.
Baca Juga: Hilang di Selat Sunda, Dewan Pers Sebut 5 Jurnalis Pahlawan Pers
Dia berharap H20 dapat terus berkembang dan semakin mendunia sehingga mampu menjadi ruang strategis bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem halal internasional.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menambahkan, perkembangan H20 menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi besar Indonesia di bidang halal sebagaimana cita-cita Presiden Prabowo Subianto.
”Yakni menjadikan halal Indonesia tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia dan Indonesia menjadi pusat halal dunia,” tegas Ahmad Haikal Hasan.
Visi tersebut, menurut dia, perlu terus diwujudkan melalui penguatan kerja sama internasional, peningkatan kapasitas, pengembangan standar, pertukaran pengetahuan, serta penguatan konektivitas antarlembaga dan pemangku kepentingan halal di berbagai negara.
Baca Juga: Evaluasi 52 Layanan Pemasyarakatan, Menteri Agus Minta Perubahan Terukur
Dengan semakin luasnya partisipasi negara dan pemangku kepentingan dalam H20, BPJPH optimistis forum tersebut dapat terus berkembang sebagai salah satu wadah strategis untuk memperkuat ekosistem halal global sekaligus memperluas kontribusi Indonesia bagi masyarakat dunia.