← Beranda
Hilang di Selat Sunda, Dewan Pers Sebut 5 Jurnalis Pahlawan Pers
Ryandi ZahdomoSelasa, 22 September 2026 | 01.05 WIB
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat saat memberikan sambutannya pada acara doa untuk bersama untuk 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Jakarta, Senin (21/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Dewan Pers menggelar doa bersama dan aksi solidaritas di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (21/9), untuk mendoakan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat bertugas di Perairan Selat Sunda.

Kegiatan ini dihadiri keluarga korban, insan pers, serta pemangku kepentingan media sebagai bentuk dukungan moral atas dedikasi para pekerja media tersebut.

Hingga saat ini, kelima jurnalis yang hilang kontak dalam peliputan erupsi gunung Anak Krakatau tersebut belum ditemukan.

Mereka ialah M. Bagus Khoirunnas (Antara Biro Banten), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews Media Group), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis foto lepas).

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengaku terkesan atas perhatian dan solidaritas masyarakat pers terhadap para jurnalis yang belum kembali dari tugas lapangan.

"Kami sangat terkesan atas perhatian, partisipasi kawan-kawan pers terhadap kawan-kawan kita yang sampai hari ini belum pulang. Dan bagi kami, mereka betul-betul menunjukkan dedikasinya, militansi yang luar biasa, sehingga mereka layak kalau disebut sebagai pahlawan pers tahun ini," ujar Komaruddin.

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyalami para keluarga para jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Jakarta, Senin (21/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyalami para keluarga para jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Jakarta, Senin (21/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Ia menyadari betapa besarnya risiko yang dihadapi para insan pers demi menyajikan fakta dan gambar terbaik bagi kepentingan publik.

"Kita baru tersadar betapa mahalnya, beratnya untuk mencari, mendapatkan gambar terbaik itu," katanya.

Komaruddin turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah serta instansi yang terus berupaya melakukan pencarian.

Ia menegaskan dukungan moral dan belasungkawa Dewan Pers kepada keluarga korban.

"Dewan Pers memberikan perhatian, belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami mengadakan acara doa bersama, sambutan, refleksi dari kawan-kawan. Tentu doa kami semoga mereka kembali," ucapnya.

Evaluasi Mitigasi Risiko Peliputan Berbahaya

Menyikapi peristiwa ini, Dewan Pers mengingatkan pentingnya evaluasi keselamatan kerja, terutama saat menjalankan tugas di area rawan atau membahayakan.

"Kalau kawan-kawan ingin mengadakan satu liputan pada daerah-daerah yang kira-kira membahayakan, hendaknya berkoordinasi dengan pejabat, petugas setempat. Dan kedua, pihak pimpinan hendaknya memperhatikan betul," tegas Komaruddin.

Apresiasi Karya dan Imbauan Solidaritas

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI), Dwi Pambudo, menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi tim pencari dari Basarnas, TNI, hingga Polri.

Dwi mengenang sosok para jurnalis foto dan awak media yang hilang sebagai sosok berprestasi dengan rekam jejak karya hingga tingkat internasional.

"Saya merasakan betul, pada Mas Abbas, pada Mas Yudhis, pada Daus, pada Ronald, dan pada Bagus. Teman-teman ini mempunyai karya-karya yang sangat berprestasi, dari internasional hingga nasional. Jadi, kacamata peristiwa-peristiwa besar ada di Indonesia dan internasional," kata Dwi.

Menurut Dwi, keberadaan pewarta foto di lapangan merupakan benteng utama dalam menyajikan fakta di tengah disrupsi media.

"Pewarta foto Indonesia menjadi ujung tombak bahwa kenyataan, fakta peristiwa saat ini itu melawan salah satu disrupsi yang kita alami di insan pers saat ini," tuturnya.

Ia berharap peristiwa serupa tidak terulang dan mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat nilai kemanusiaan serta kode etik jurnalistik.

"Ke depannya, semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan dalam peliputan-peliputan selanjutnya. Terima kasih dari kami Pewarta Foto. Kami mohon doa bersama ini dan kami sekali lagi berterima kasih kepada Dewan Pers atas naungannya," imbuh Dwi.

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra