JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Kaja Gloom melakukan kunjungan ke Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, Minggu (20/9).
Dalam kunjungan tersebut, Raja Juli mengecek kesiapan sarana dan prasarana untuk menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan konservasi.
Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mencegah sekaligus menangani Karhutla di kawasan TN Way Kambas.
Pemantauan dilakukan melalui sistem SIPONGI, yang kemudian didukung dengan keberadaan pos pemantauan Karhutla serta tim gabungan yang melibatkan berbagai instansi.
Selain pemadaman secara langsung di lapangan, penanganan Karhutla juga didukung sejumlah peralatan dan metode lainnya.
Salah satunya penggunaan kendaraan pemadam jenis slip on, serta penguatan operasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan helikopter water bombing.
Menurut dia, perlindungan kawasan konservasi menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla. Sebab, kawasan tersebut tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga menjadi habitat berbagai jenis satwa liar.
“Berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kita yang merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kita proteksi secara bersama-sama,” kata Raja Juli.
Dari sisi personel, TN Way Kambas saat ini diperkuat 17 anggota Manggala Agni dan 44 Polisi Kehutanan.
Kesiapan tersebut ditunjang dengan berbagai sarana operasional untuk menghadapi potensi kebakaran di kawasan taman nasional.
Sejumlah peralatan yang disiagakan terdiri atas tujuh kendaraan roda empat, 33 kendaraan roda dua dan tiga, serta delapan set mesin pompa lengkap dengan perlengkapannya.
Selain itu, tersedia pula 60 jetshooter dan dua tenda untuk mendukung kegiatan penanganan Karhutla di lapangan.
Pemeriksaan sarana dan prasarana bersama Dubes Norwegia tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan TN Way Kambas dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Langkah ini sekaligus memperkuat perlindungan terhadap kawasan konservasi dan ekosistem yang berada di dalamnya.
Di sisi lain, TN Way Kambas saat ini tengah menjalani proses menuju status Badan Layanan Umum (BLU).
Skema tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola sekaligus mendukung pembiayaan pengelolaan taman nasional.
Proses menuju BLU itu menjadi bagian dari pengembangan pola pengelolaan taman nasional melalui Satgas Pembiayaan Taman Nasional.
"Dengan skema tersebut, pengelolaan kawasan diharapkan dapat semakin diperkuat, termasuk dalam mendukung upaya konservasi dan perlindungan kawasan dari berbagai ancaman," pungkasnya.