← Beranda
IAWP 2026 di Bali Bahas Kepemimpinan Perempuan hingga Kejahatan Transnasional
Dhimas GinanjarMinggu, 20 September 2026 | 17.55 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat membuka International Association of Women Police (IAWP) yang diikuti 43 negara di Bali, Minggu (20/9). (Mabes Polri)

JawaPos.com - Sebanyak 450 peserta dari 43 negara berkumpul di Bali dalam The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026. Konferensi yang berlangsung pada 20-24 September tersebut membahas berbagai tantangan kepolisian modern.

Sejumlah isu yang dibahas meliputi kepemimpinan perempuan, perdagangan orang, kekerasan berbasis teknologi, kontra-terorisme, hingga kejahatan transnasional.

Pembukaan konferensi digelar di The Westin Resort Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (20/9/2026). Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo hadir dan memberikan sambutan sebelum seremoni pemukulan gong sebagai tanda resmi dibukanya konferensi.

Penyelenggaraan IAWP 2026 menjadi kali kedua Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah konferensi tersebut. Sebelumnya, Indonesia menjadi tuan rumah konferensi ke-58 di Labuan Bajo pada 2021 dengan tema "Women at the Centerstage of Policing".

Tahun ini, IAWP mengusung tema "Women Leading Global Change" atau "Perempuan Memimpin Perubahan Global".

"Merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia untuk kembali dipercaya menjadi tuan rumah Konferensi IAWP untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya digelar di Labuan Bajo pada 2021." kata Kapolri.

Delegasi yang hadir berasal dari berbagai kawasan dunia. Selain 164 peserta Indonesia, konferensi tersebut diikuti 48 peserta Tanzania, 36 Kanada, 19 Amerika Serikat, 18 Inggris, 16 Australia, dan 14 Korea Selatan.

Sejumlah delegasi dari puluhan negara lainnya turut ambil bagian dalam konferensi tersebut.

Beberapa tokoh kepolisian internasional juga hadir, antara lain Presiden IAWP Julia Jaeger, Commissioner of the Australian Federal Police Krissy Barrett, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina Kateryna Pavlichenko.

Konferensi yang berlangsung selama lima hari itu tidak hanya membahas representasi dan kepemimpinan perempuan. Agenda pelatihan juga diarahkan pada persoalan konkret yang dihadapi kepolisian dunia.

Topik yang dibahas mencakup kepemimpinan perempuan, investigasi kompleks, identifikasi korban bencana, perdagangan orang, kontra-terorisme, kekerasan berbasis teknologi, transformasi teknologi kepolisian, hingga kejahatan transnasional terorganisasi.

Kapolri menilai kerja sama internasional semakin penting seiring berkembangnya modus kejahatan yang melintasi batas negara dan memanfaatkan kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Karena itu, IAWP 2026 diharapkan menjadi ruang bagi polisi wanita dari berbagai negara untuk bertukar pengalaman dan praktik terbaik. Forum tersebut juga diharapkan dapat memperkuat jejaring serta membangun kerja sama internasional yang berkelanjutan.

"Bersama-sama, kita memberdayakan perempuan. Bersama-sama, kita memperkuat kepolisian. Bersama-sama, kita menegakkan perdamaian. Dan bersama-sama, kita memimpin perubahan global," ujar Kapolri.

EDITOR: Dhimas Ginanjar