← Beranda
Prabowo: Pemimpin Indonesia Harus Pintar, Jangan Mudah Dibohongi
AntaraMinggu, 20 September 2026 | 01.28 WIB
Presiden Prabowo menekankan pemimpin Indonesia harus pintar, berpengetahuan luas, berpikiran bebas, dan tidak mudah dibohongi. (YT Setpres)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pemimpin Indonesia memiliki pengetahuan luas dan kemampuan berpikir agar mampu menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, pemimpin harus pintar dan tidak mudah dipengaruhi pihak lain.

"Berpengetahuan luas. Benar. Pemimpin Indonesia harus pintar. Jangan dibohongi orang. Jangan dibodoh-bodohi," kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9).

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menguraikan sejumlah nilai yang dinilai penting bagi generasi Indonesia. Presiden mengatakan pengetahuan harus diiringi keberanian untuk melihat kekurangan dan kelemahan diri sendiri.

Menurut Prabowo, seseorang tidak cukup hanya memiliki pengetahuan. Kemampuan melihat persoalan secara objektif juga diperlukan.

"Saya heran, kadang-kadang profesor, tapi enggak bisa melihat ketidakadilan. Profesor yang justru malah membela kepentingan orang-orang asing," kata Prabowo.

Baca Juga: Setop Impor Solar Sejak 1 Juli, Prabowo: Nanti Kita Buat Bensin dari Batubara

Selain memiliki pengetahuan luas, Prabowo menilai generasi Indonesia perlu memiliki pikiran yang bebas. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah dipengaruhi pihak yang memiliki kepentingan tertentu.

"Berpikiran bebas. Jangan mau dicuci otak oleh mereka-mereka yang tidak ada niat baik terhadap kita," katanya.

Prabowo juga menekankan pentingnya memiliki jiwa besar dan tidak rendah diri ketika menghadapi berbagai tantangan.

"Jangan punya rasa rendah diri. Jangan punya rasa kalah sebelum berjuang," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengaitkan nilai-nilai Panca Jiwa Gontor dengan perjuangan membangun bangsa Indonesia. Lima nilai tersebut meliputi keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, Ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan.

Menurut Prabowo, nilai-nilai tersebut memiliki keterkaitan dengan semangat perjuangan bangsa, termasuk cita-cita agar Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Peringatan 100 tahun Pondok Pesantren Darussalam Gontor juga dirangkaikan dengan peresmian Balai Pertemuan Pondok Modern dan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam Gontor oleh Presiden Prabowo.

Dalam acara tersebut, Prabowo didampingi sejumlah pejabat, antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Turut hadir Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, serta Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.

 

EDITOR: Edy Pramana