← Beranda
KSAL Pastikan Kapal Induk Garibaldi Bisa Beroperasi 15 Hingga 20 Tahun Lagi
Syahrul YunizarJumat, 18 September 2026 | 19.58 WIB
Penampakan Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menginspeksi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), pada Jumat (18/9). Usai pengecekan itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang mendampingi Sjafrie menyatakan bahwa kapal induk tersebut siap beroperasi 15-20 tahun ke depan.

”Kondisinya masih sangat baik sekali ya, dan mudah-mudahan nanti akan bisa bertahan digunakan oleh Angkatan Laut, oleh TNI Angkatan Laut, mungkin 15 sampai 20 tahun lagi,” kata Ali kepada awak media.

Ali mengungkapkan bahwa Menhan Sjafrie memeriksa dan mendapatkan penjelasan mengenai kapal induk tersebut secara komprehensif. Mulai ruangan demi ruangan sampai berbagai fungsi pada alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut.

”Diperlihatkan bagaimana ruangan-ruangan kapal ini masih dan peralatannya, masih berfungsi dengan baik,” kata dia.

Menurut Ali, tanpa retrofit sekali pun, kapal induk tersebut sudah siap berlayar dan beroperasi. Namun demikian, retrofit tetap dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan operasi TNI AL.

”Mungkin kebutuhannya Angkatan Laut Italia beda, kebutuhan kita beda. Jadi, kita sesuaikan dengan kepentingan Angkatan Laut kita di Indonesia, dengan situasi di laut tropis, kita sesuaikan apa yang perlu ditambahkan apa yang tidak perlu,” ucap dia.

 

Sesuai dengan rencana dan perintah dari Presiden Prabowo Subianto, TNI AL akan menggunakan kapal induk tersebut untuk melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

 

Salah satu fokusnya adalah penanggulangan bencana alam yang terjadi di banyak daerah. Ali menyebut, dengan platform kapal induk seperti Giuseppe Garibaldi, maka operasi kemanusiaan di lokasi terdampak bencana alam akan lebih efektif.

 

”Karena dengan banyak helikopter, logistik akan bisa banyak drop dengan cepat dan ke seluruh area-area yang remote, yang daerah terpencil pun dengan helikopter bisa drop, (kapal) ini bisa 14 helikopter, mungkin lebih tergantung ukuran,” beber Ali.

Setelah melalui pelayaran panjang dari Italia, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi tiba di Jakarta hari ini. Dalam pelayaran dari Italia, kapal itu melintasi Terusan Suez, Laut Merah, dan Samudra Hindia.

Beberapa negara juga sempat disinggahi untuk melakukan pengisian ulang logistik, bahan bakar (refuelling), maupun layanan teknis. Terdiri atas Mesir, Arab Saudi, dan Sri Lanka.

 

EDITOR: Diar Candra