JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus mencakup perlindungan terhadap satwa liar. Sebab, karhutla tidak hanya mengancam keselamatan manusia, tetapi juga berbagai satwa yang hidup di kawasan hutan dan memiliki keterbatasan ketika menghadapi situasi darurat.
Pernyataan tersebut disampaikan Raja Juli saat berada di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21, Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, Kamis (17/9). Dia menilai satwa liar termasuk kelompok yang sangat rentan terdampak ketika kebakaran melanda habitatnya.
“Dampak karhutla ini tidak hanya kepada manusia, tapi makhluk hidup yang lain yang kebetulan mereka adalah makhluk hidup yang vulnerable terhadap karhutla,” kata Raja Juli.
Baca Juga: Threads Mulai Awasi Akun Remaja, Orang Tua Kini Bisa Batasi Waktu dan Privasi
Menurutnya, satwa liar tidak memiliki kemampuan seperti manusia untuk menyampaikan bahwa mereka sedang menghadapi ancaman. Kondisi tersebut membuat keberadaan mereka perlu menjadi perhatian dalam setiap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan.
“Dan mereka makhluk hidup yang tidak bisa meminta tolong, ya. Meminta, memberikan aba-aba SOS dan lain sebagainya. Berbeda dengan manusia,” ujarnya.
Karena itu, Raja Juli menginstruksikan jajaran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama pihak-pihak lainnya untuk meningkatkan perlindungan terhadap satwa liar selama penanganan karhutla berlangsung. Upaya pemadaman api, kata dia, harus dilakukan bersamaan dengan langkah penyelamatan satwa yang terancam.
“Saya sudah perintahkan seluruh jajaran, BKSDA, di semua balai, ya. Untuk kita berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kita yang merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kita proteksi secara bersama-sama,” tegasnya.
Baca Juga: Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Derbi Jawa Timur Condong ke Singo Edan
Khusus untuk satwa terdampak karhutla, termasuk orangutan, Kementerian Kehutanan bersama sejumlah lembaga mitra juga menyiapkan mekanisme pelaporan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Jalur tersebut diperlukan agar satwa yang ditemukan di sekitar permukiman dapat segera mendapatkan penanganan dari petugas.
Raja Juli mengimbau masyarakat yang menemukan orangutan di sekitar desa agar tidak mencoba menangani satwa tersebut secara mandiri. Warga juga diminta tidak memberikan makanan dan segera melaporkan temuan melalui call center yang tersedia.
Laporan dari masyarakat nantinya akan ditindaklanjuti BKSDA bersama lembaga mitra untuk melakukan proses penyelamatan dan evakuasi. Langkah tersebut diperlukan agar satwa tidak semakin terancam serta dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Selain evakuasi, penanganan satwa yang terdampak kebakaran juga didukung kebutuhan medis. Kementerian Kehutanan menyiapkan sejumlah peralatan, antara lain oksigen dan nebulizer, untuk membantu satwa yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Peralatan evakuasi turut disiapkan untuk mendukung proses penyelamatan di lokasi. Penanganan tersebut juga melibatkan dokter hewan sehingga kondisi satwa dapat diperiksa dan mendapatkan tindakan medis sesuai kebutuhan.
"Upaya perlindungan satwa liar menjadi bagian dari penanganan karhutla secara menyeluruh," pungkasnya.