JawaPos.com - Istri Aris Sanda, Sinta Bilolo, dievakuasi oleh Koops TNI Habema dari wilayah Distrik Mbua ke Wamena pada Kamis (17/9). Sesuai perintah dari Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, evakuasi berlangsung melalui jalur udara.
Aris Sanda merupakan korban penembakan yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Jalur Trans Wamena beberapa hari lalu. Evakuasi dilakukan lewat udara lantaran jalur darat masih terkendala.
”Dari Mbua, Ibu Sinta bersama dua pendamping, Ibu Haryati dan Ibu Murni, dievakuasi menggunakan Helikopter Bell dan Helikopter Fennec,” terang Brigjen Riyanto melalui rilis resminya.
Evakuasi udara menggunakan helikopter dilakukan sampai Kenyam di Nduga. Dari Kenyam, ketiganya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Wamena menggunakan pesawat Caravan. Dia memastikan, seluruh rangkaian evakuasi berlangsung aman dan lancar.
Menurut Riyanto, bantuan tersebut evakuasi udara tersebut diberikan atas pertimbangan kemanusiaan dan keselamatan keluarga yang sedang membutuhkan dukungan dalam melaksanakan perjalanan.
"Ibu Sinta sedang dalam suasana duka dan membutuhkan perjalanan yang aman. Ketika akses darat belum memungkinkan, saya perintahkan jajaran memberikan bantuan evakuasi udara agar beliau bersama pendamping dapat sampai ke Wamena dengan selamat,” jelasnya.
Jenderal bintang satu TNI AD itu menegaskan bahwa Koops TNI Habema kondisi geografis maupun keterbatasan akses tidak menjadi penghalang ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Apalagi, istri korban tengah dalam suasana duka setelah ditinggal oleh suami tercinta.
”Dalam keadaan seperti ini, keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas," imbuhnya.
Lebih lanjut, Koops TNI Habema menyatakan, kehadiran negara harus dapat dirasakan pada saat masyarakat membutuhkan. Diantaranya dengan hadir untuk memberikan rasa aman, membantu perjalanan, dan memastikan masyarakat tidak menghadapi masa-masa sulit seorang diri.