JawaPos.com - Dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memastikan siswa SMK Berastagi berinisial FP, korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak mengalami gangguan fungsi otak. Korban sebelumnya disebut mengalami hilang ingatan.
Kepastian itu didapat setelah siswa menjalani wawancara, pemeriksaan fisik dan neurologi, hingga pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) di RSCM.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi Anak Prof. Dr. dr. Setyo Handryastuti, Sp.A(K), yang menangani korban mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap korban bersama keluarganya dengan mempertimbangkan data perawatan sebelumnya.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Libra 17 September 2026: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan dan Keuangan
“Dari hasil wawancara, pemeriksaan, dan juga pemeriksaan elektroensefalografi, insya Allah saya bisa pastikan bahwa tidak ada gangguan fungsi otak pada ananda pertama,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (17/9).
Menurut dr. Setyo, EEG merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk menilai fungsi otak. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu dasar dalam memastikan kondisi neurologis siswa.
“Insya Allah ke depannya ananda bisa bersekolah kembali, bisa beraktivitas kembali, bisa ceria kembali,” katanya.
dr. Setyo menambahkan, tim medis saat ini fokus pada penatalaksanaan siswa untuk mendukung proses pemulihan dan aktivitasnya ke depan.
Kondisi Mental dan Kognitif Siswa Juga Diperiksa
Selain pemeriksaan neurologi, kondisi mental dan fungsi kognitif siswa juga diperiksa oleh Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, Sp.KJ(K), konsultan psikiatri anak dan remaja.
Prof. Tjhin mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk melihat status mental serta fungsi kognitif korban secara klinis.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi korban saat ini cukup baik dan stabil. Suasana emosinya juga dinilai cukup stabil, meski sesekali masih muncul kegelisahan.
“Kalau kami lihat dari segi status mentalnya, kondisi saat ini ananda pertama ini cukup baik, cukup stabil. Suasana emosinya cukup stabil. Memang kadang-kadang sesekali masih ada kegelisahan,” tutur Prof. Tjhin.
Karena itu, tim medis akan terus mendampingi siswa tersebut untuk membantu menjaga kondisi mentalnya tetap stabil dan mendukungnya agar dapat kembali menjalankan fungsi sehari-hari dengan lebih baik.
“Kami berharap bahwa tentunya kondisinya ini bisa semakin hari bisa semakin stabil, dan tentunya kita akan dampingi terus,” pungkasnya.
Sebelumnya, siswa SMK Berastagi berinisial FP dilaporkan mengalami kondisi medis serius setelah diduga menjadi korban keracunan hidangan MBG. Dampak yang dialaminya disebut membuat kemampuan mengingatnya menurun secara drastis hingga disebut mencapai 70 persen.
Ayah Febiola, Icuk Sugiarto Purba, mengatakan putrinya kini mengalami kesulitan mengenali orang-orang terdekat. Bahkan, Febiola disebut tidak mengenali guru, teman sekelas, orang tua, maupun saudara kandungnya.