JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta sinergi seluruh pihak dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat. Hal itu dinilai penting meski jumlah hotspot saat ini menunjukkan tren penurunan.
Menurutnya, penurunan hotspot harus dipertahankan melalui kerja bersama agar ancaman Karhutla dapat dikendalikan secara menyeluruh. Pemerintah, aparat, pemerintah daerah, hingga masyarakat diminta tetap berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.
Raja Juli mengatakan pemerintah terus menunjukkan keseriusan dalam menghadapi Karhutla melalui koordinasi lintas sektor.
“Saya kira kita optimistis di bawah kepemimpinan Pak Gubernur, Pak Kapolda, Pak Kajati, Pak Pangdam, Pak Danrem, Manggala Agni, BNPB, BPBD, MPA, dan tentu partisipasi masyarakat,” kata Raja Antoni di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (16/9).
Dia berharap keterlibatan berbagai unsur tersebut dapat membuat angka Karhutla terus ditekan. Pemerintah tidak hanya menargetkan penurunan hotspot, tetapi juga berupaya menghilangkan titik api atau fire spot.
Baca Juga: Tiga Wilayah di Tangerang Masuk Status Waspada Kekeringan, Masyarakat Diimbau Hemat Air
“Kita berharap ini bisa terus kita jaga, terus kita kolaborasikan, sehingga angka karhutla ini terus menurun dan kemudian mudah-mudahan bisa menjadi zero, baik hotspot maupun fire spot,” tegasnya.
Meski kondisi mulai membaik, Raja Juli mengingatkan bahwa ancaman Karhutla belum sepenuhnya berakhir. Dia menyebut berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino masih diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November.
Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu dipertahankan hingga memasuki periode hujan alami. Karena itu, seluruh pihak diminta tidak lengah dalam melakukan pencegahan.
Lebih lanjut, ia secara khusus mengingatkan masyarakat dan korporasi agar tidak membuka lahan maupun perkebunan dengan menggunakan metode pembakaran.
"Pencegahan sejak awal dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api baru di tengah kondisi cuaca yang masih berisiko," pungkasnya.