← Beranda
Presiden Prabowo Soroti Tragedi KM Virgo Transport 8, Minta Investigasi Dituntaskan
Ryandi ZahdomoRabu, 16 September 2026 | 23.13 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (BPMI Setpres)

 

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Saat menghadiri peresmian LRT Jakarta, Rabu (16/9), Prabowo menegaskan pentingnya langkah investigasi menyeluruh agar insiden serupa tidak kembali terulang di masa depan.

"Dalam kesempatan ini, tentunya kita selalu ingat saudara-saudara kita yang mengalami musibah ya, yang terakhir Kapal Virgo di Banjarmasin. Dan kita selalu berdoa agar keluarga yang ditinggal diberi ketabahan, keteguhan," ujar Prabowo.

Selain menyampaikan doa bagi para korban dan keluarga yang terdampak, Presiden Prabowo juga menyoroti perlunya perbaikan sistem keselamatan dan pencegahan bencana secara nasional.

Baca Juga: Hidupkan Kembali TPHP Cengkareng, Dinas KPKP Siap Sulap Jadi Destinasi Wisata Edukasi

"Kita terus akan melakukan investigasi menyelidiki apa sebab dan kejadian tersebut supaya di masa depan kita lebih bisa mitigasi dan bisa mengambil langkah-langkah yang terbaik. Juga masih banyak saudara-saudara kita di berbagai tempat yang mengalami kesulitan akibat bencana alam yang dihadapi," lanjutnya.

Tim SAR Fokuskan Pencarian ke Badan Kapal

Diketahui, proses pencarian para korban KMP Virgo Transport 8 terus berjalan. Pada hari keempat operasi SAR, Rabu (16/9), Tim SAR Gabungan mengubah strategi pencarian dengan menitikberatkan fokus langsung ke area sekitar badan kapal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banjarmasin selaku Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa perubahan fokus ini dilakukan setelah penyisiran permukaan dalam skala luas tidak menemukan sebaran korban tambahan.

"Pencarian kali ini lebih difokuskan di sekitar lokasi kejadian. Karena kemarin kita sudah melaksanakan pencarian dengan radius yang begitu luas, namun sebaran dari korban-korban negatif tidak ditemukan. Kami akan lebih fokus kepada target yaitu badan kapal KMP Virgo Transport 8 ini," kata I Putu Sudayana, Rabu (16/9).

Operasi yang dimulai pukul 07.00 WITA tersebut membagi armada untuk menyisir enam sektor permukaan dengan total area mencapai ribuan nautical mile (NM).

Penerapan Teknologi Drone Bawah Laut dan KRI Canopus

Untuk menunjang pencarian bawah air di titik prioritas, unsur TNI Angkatan Laut memperkuat alutsista dengan menurunkan KRI Canopus. Kapal perang ini dilengkapi teknologi canggih untuk memetakan kondisi di dasar laut.

"Ada satu kapal yang memang betul-betul canggih milik TNI Angkatan Laut, yaitu KRI Canopus. Kapal ini dilengkapi dengan echo sounder dan drone bawah laut yang berfungsi untuk pencarian baik di permukaan maupun bawah permukaan," ujar Sudayana.

Meski demikian, penggunaan drone bawah laut (drone water) harus memperhitungkan kendala cuaca ekstrem. Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, arah angin berembus dari tenggara dengan arus laut menuju barat laut-barat daya, serta ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.

Baca Juga: Paca Serangan Houthi, WNI di Arab Saudi Diminta Waspadai Kondisi Keamanan

Teknis operasional alutsista canggih tersebut sepenuhnya diserahkan kepada tim ahli yang berada di KRI Canopus.

"Jadi saya selaku SMC menyerahkan sepenuhnya kepada unsur-unsur yang ada di lokasi karena unsur itulah yang mengetahui benar situasi dan kondisi yang ada saat ini di lokasi kejadian," tuturnya.

Ratusan Penumpang Masih Dalam Pencarian

KMP Virgo Transport 8 yang membawa total 243 orang dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu pukul 02.00 WITA, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) dan hilang kontak pada Minggu (13/9).

Data sementara Basarnas mencatat sebanyak 103 orang telah berhasil dievakuasi, dengan rincian 97 orang selamat dan 6 orang meninggal dunia.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus bekerja keras menyisir lokasi kejadian untuk mencari 140 penumpang lain yang belum masuk dalam daftar evakuasi.

EDITOR: Sabik Aji Taufan