← Beranda
Tim SAR Pakai ROV, Cari 129 Korban Kapal Virgo Transport 8 di Bawah Laut
Syahrul YunizarSelasa, 15 September 2026 | 18.16 WIB
Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan perkembangan upaya pencarian korban kecelakaan Kapal Virgo Transpot 8 pada Senin (14/9/2026) malam. (Radar Banjarmasin)

JawaPos.com - Tim SAR Gabungan menggelar operasi bawah laut untuk mencari dan menemukan 129 korban Kapal Virgo Transport 8 yang hilang di Laut Jawa.

Untuk saat ini, opsi yang paling memungkinkan dalam operasi tersebut adalah menurunkan ROV atau Remotely Operated Vehicle dari KRI Canopus-936.

Sebab, kondisi cuaca dan arus masih belum memungkinkan untuk pencarian dengan mengandalkan penyelam dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL. 

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, pencarian bawah air akan mengandalkan teknologi yang dimiliki oleh kapal Canopus.

Baca Juga: 22 Korban Selamat KM Virgo Transport 8 Sempat Tertahan di Tengah Laut

”Kami memanfaatkan drone underwater-nya, kemudian multibeam echosounder, dan juga ROV yang ada dalam kapal tersebut,” terangnya, Selasa (15/9). 

Berdasar data terakhir, dari total 243 korban yang terdiri atas penumpang dan kru kapal, sebanyak 114 korban sudah ditemukan. Sisanya sebanyak 129 korban masih dalam pencarian.

Operasi pencarian dilakukan dengan mengandalkan kapal permukaan, unsur udara, serta unsur bawah permukaan laut.

”Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, sehingga teman-teman yang sudah kami siapkan baik itu dari Kopaska TNI AL, kemudian ada satu tim penyelam khusus juga yang disiapkan dari TNI AL, kemudian dari teman-teman Badan SAR Nasional, belum bisa kami turunkan,” imbuhnya.

Syafii mengakui bahwa dalam kapal penumpang yang terbalik itu masih ada sekat-sekat atau ruang kosong.

Baca Juga: Analisis Insiden Virgo Transport 8: Cuaca Buruk dan Masalah Manifest Penumpang

Sehingga dalam keadaan terbalik dan mengapung, kapal itu masih terus bergeser dan bergerak terbawa arus. Kemarin (14/9, pergeserannya sudah mencapai 1,6 nautical mile dari posisi awal kecelakaan.

”Dan ini menjadi kesulitan yang kedua pada saat tadi saya sampaikan ada kesulitan terkait dengan kondisi cuaca,” ujarnya.

Pihaknya tidak bisa sembarangan menurunkan regu penyelam untuk memeriksa kondisi di dalam kapal yang terbalik.

Sebab, faktor keselamatan bagi tim penyelam juga sangat penting. Untuk itu, dibutuhkan pertimbangan yang sangat matang sebelum penyelam bergerak.

”Kami akan melaksanakan diskusi dan kami melibatkan personel-personel yang memang memiliki kemampuan, baik itu pengalaman atau pendidikan di kondisi-kondisi ini. Ini yang akan kami kembangkan. Bahkan kami berpikir bagaimana kami bisa mengubah posisi dari tengkurapnya kapal ini untuk kami balik,” imbuhnya.

Baca Juga: DPR RI Minta Investigasi Kapal Virgo Transport 8 Tak Berhenti pada Faktor Usia Kapal

EDITOR: Bayu Putra