JawaPos.com - Satu nama masih terus ditunggu Sampang Priono di tengah kepanikan keluarga korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8.
Nama itu adalah Abdul Fikri, keponakannya yang hingga kini belum ditemukan setelah kapal tersebut mengalami kecelakaan di Laut Jawa, Minggu (14/9).
Namun, pihak keluarga mengaku kecewa karena tidak ada perwakilan manajemen perusahaan yang menaungi kapal tersebut, yang menemui mereka.
Priono menuturkan, begitu mendengar kabar kecelakaan tersebut, ia dan keluarganya bergegas berangkat dari Purbalingga menuju Surabaya.
Baca Juga: 129 Korban Virgo Transport 8 Masih Hilang, Basarnas Siapkan Operasi Bawah Laut
Mereka datang bukan untuk sekadar mencari informasi, tetapi memastikan keberadaan Abdul yang diketahui ikut dalam pelayaran sebagai sopir truk.
Setibanya di Surabaya, kantor perusahaan kapal di Jalan Perak Barat Nomor 215 A menjadi tempat pertama yang didatangi Priono.
Dia berharap bisa bertemu pihak perusahaan dan mendapatkan penjelasan mengenai kondisi keponakannya. Namun, harapan itu belum terwujud.
Priono mengaku justru diarahkan untuk mendatangi posko yang berada di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
“Kemarin, pertama saya datang langsung ke kantornya, disuruh langsung ke sini (ke Perak) saja, kayak gitu,” kata Priono saat ditemui JawaPos.com, Senin (14/9).
Baca Juga: Korban Meninggal Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 Dapat Santunan Rp 70 Juta
Di posko tersebut, Priono kemudian bergabung bersama keluarga korban lainnya. Mereka sama-sama menunggu kabar dari proses pencarian dan evakuasi.
Kecewa Tak Ditemui Manajemen Kapal Virgo
Namun, ada hal lain yang membuat Priono kecewa. Menurut dia, sejak kedatangannya hingga Senin (14/9) pagi, belum ada pihak manajemen Virgo yang datang menemui keluarga korban secara langsung.
“Perusahaan Virgo belum ada sama sekali ke pelabuhan ini ketemu ke pihak korban, gitu. Ya, kurang perhatian,” ujarnya.
Bagi Priono, keluarga korban seharusnya mendapatkan pendampingan langsung dari perusahaan.
Dalam kondisi penuh ketidakpastian seperti sekarang, keluarga tidak semestinya harus berusaha sendiri mencari informasi mengenai nasib orang yang mereka cintai.
Baca Juga: Spesifikasi Kapal Virgo Transport 8: Usia 39 Tahun, Kapasitas 756 Penumpang
“Ya, agak kecewa, tapi gimana lagi, kalau seperti ini keadaannya. Ya tolong, semoga ya pihak Virgo bisa memperhatikan keluarga korban yang menunggu informasinya, gitu loh,” katanya.
Priono bahkan berharap perusahaan lebih aktif memberikan informasi kepada keluarga korban.
“Seharusnya pihak Virgo mendampingi kita-kita semua, gitu lho. Jadi, bukan kami yang mencari, tapi Virgo yang mengasih informasi ke kami, kayak gitu, tetapi sampai pagi ini jam segini, semalam belum ada pihak Virgo ketemu kita, kayak gitu,” tambahnya.
Abdul Fikri memang sudah terbiasa berada di jalanan. Sehari-hari, dia bekerja sebagai sopir truk dengan rute perjalanan Jawa-Kalimantan.
Tidak ada firasat buruk yang dirasakan keluarga sebelum Abdul berangkat. Priono masih berkomunikasi dengan keponakannya pada Jumat, sehari sebelum kapal dijadwalkan berangkat pada Sabtu (12/9).
Baca Juga: Bak Film Titanic: Detik-detik Penumpang Virgo Transport 8 Lompat ke Laut Sebelum Karam
Setelah komunikasi terakhir itu, Priono tak lagi mendapatkan kabar dari Abdul.
Kini, perjalanan jauh dari Purbalingga ke Surabaya seolah menjadi perjalanan untuk menjemput sebuah kepastian. Namun, hingga pagi tadi, kepastian itu belum juga datang.
Priono masih menunggu di posko. Bersama keluarga korban lainnya, dia berharap setiap informasi yang datang membawa kabar baik.
Di tengah penantian tersebut, doa menjadi satu-satunya pegangan. Dia berharap Abdul dan seluruh korban yang masih belum ditemukan dapat segera dievakuasi.
Apa pun kondisinya, keluarga hanya ingin mendapatkan kepastian tentang keberadaan orang yang mereka tunggu.
Baca Juga: Sebelum Terbalik, Kapal Virgo Transport 8 Dihantam Ombak dari Kanan