JawaPos.com - Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa memasuki hari kedua, Senin (14/9).
Tim SAR Gabungan mengubah pola pencarian dengan mempersempit wilayah operasi dari sebelumnya delapan sektor menjadi enam sektor.
Perubahan mekanisme tersebut dilakukan setelah tim berhasil memperoleh dan mempertahankan posisi terakhir atau datum kapal yang mengalami kecelakaan.
Baca Juga: 111 Kecelakaan Kapal Tercatat, DPR Desak Pemeriksaan Kapal Diperketat
Dengan titik acuan yang lebih jelas, pencarian korban diharapkan dapat dilakukan lebih terarah dan efektif.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, operasi hari kedua melibatkan kekuatan udara, laut, hingga tim dengan kemampuan khusus untuk pencarian bawah permukaan.
“Karena datum dari kapal yang mengalami kecelakaan ini sudah bisa kita ketahui dan kita keep, sehingga operasi pencarian terhadap korban kita bisa lakukan, mudah-mudahan lebih efektif,” kata Syafii saat konferensi pers, Senin (14/9).
Untuk pencarian dari udara, lima unsur pesawat dikerahkan. Armada tersebut meliputi helikopter HR-3601 jenis Dauphin milik Basarnas, Panther HR-3603 jenis Dauphin milik TNI Angkatan Laut, pesawat CN-235 TNI AL, pesawat Dauphin milik Kepolisian, serta Cessna Caravan dari BNPB.
Baca Juga: Sejarah Baru Dimulai di Jakarta! 10 Negara Bertarung di Asian Minifootball Championship 2026
Sementara dari sektor laut, sebanyak 17 kapal dilibatkan dalam operasi pencarian. Beberapa di antaranya merupakan kapal Basarnas, yakni KN SAR Laxmana, KN SAR Wisanggeni, KN SAR Kamajaya, dan KN SAR Permadi.
TNI AL juga mengerahkan sejumlah kapal perang, antara lain KRI I Gusti Ngurah Rai, KRI Nala, KRI Pulau Fani, dan KRI Fanupus. Selain itu, pencarian diperkuat berbagai unsur dari PSDKP, KKP, Kepolisian, serta Kementerian Perhubungan.
Mekanisme pencarian hari kedua juga diperkuat dengan operasi bawah laut. Langkah tersebut dilakukan setelah tim melihat posisi kapal yang masih dalam kondisi terbalik atau telungkup.
Basarnas akan mengerahkan tim dengan kemampuan khusus untuk menyisir area bawah laut, termasuk Basarnas Special Group yang memiliki kemampuan underwater.
Dari unsur TNI AL, tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan penyelam juga dilibatkan. Tim turut mengoperasikan drone laut untuk membantu mendeteksi kondisi di sekitar lokasi kapal dan memperluas kemampuan pencarian di bawah permukaan.
“Kami akan mengerahkan kekuatan-kekuatan yang memiliki kemampuan khusus, baik dari Badan SAR Nasional sendiri kita melibatkan teman-teman dari Basarnas Special Group yang memiliki kemampuan underwater,” ujar Syafii.
Baca Juga: Alex Martins Comeback Manis, Bawa Persebaya Menang atas PSIM
Dengan kombinasi pencarian udara, permukaan laut, dan bawah laut, tim SAR berharap proses menemukan serta mengevakuasi korban yang masih hilang dapat dipercepat.
Sebanyak 622 personel gabungan diterjunkan dalam operasi pencarian hari kedua. Mereka berasal dari berbagai unsur yang terlibat dalam operasi SAR.
Sebelumnya, dari total 243 penumpang berdasarkan data manifest Kapal Virgo Transport 8, sebanyak 114 orang telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 108 korban ditemukan dalam kondisi selamat dan enam orang dinyatakan meninggal dunia.
Baca Juga: Alex Martins Comeback Manis, Bawa Persebaya Menang atas PSIM
Basarnas mencatat masih ada 129 penumpang yang dalam pencarian. Tim SAR Gabungan pun terus melakukan penyisiran dengan pola operasi yang telah disesuaikan berdasarkan posisi terakhir kapal dan kondisi bangkai kapal di lokasi kejadian.
“Operasi di hari kedua ini mudah-mudahan akan bisa kita laksanakan lebih efektif untuk bisa mempercepat proses pencarian dan juga evakuasi korban,” tandas Syafii.