JawaPos.com - Sebanyak 129 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Minggu (13/9) masih dinyatakan hilang.
Tim SAR Gabungan saat ini tengah menyiapkan operasi bawah laut, untuk mencari kemungkinan korban terjebak di badan kapal yang terbalik.
Hingga pagi ini, Senin (14/9) Sebanyak 114 orang telah berhasil dievakuasi dari area sekitar kapal.
Rinciannya 108 korban dalam kondisi selamat, sedangkan enam korban dinyatakan meninggal dunia.
Baca Juga: Korban Meninggal Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 Dapat Santunan Rp 70 Juta
"Korban yang dilaporkan masih dalam pencarian sejumlah 129 penumpang," kata
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii saat konferensi pers, Senin (14/9).
Dia menjelaskan, konsep operasi pencarian hari kedua ini dipersempit. Jika sebelumnya terbagi delapan sektor, kini diubah menjadi enam sektor.
"Karena datum dari kapal yang mengalami kecelakaan ini sudah bisa kita ketahui dan kita keep, sehingga operasi pencarian terhadap korban kita bisa lakukan mudah-mudahan lebih efektif," jelasnya.
Melihat posisi kapal yang terapung dalam kondisi telungkup. Tim akan mengerahkan tim khusus untuk melakukan operasi bawah laut.
"Kami akan mengerahkan kekuatan-kekuatan yang memiliki kemampuan khusus, baik dari Badan SAR Nasional sendiri kita melibatkan teman-teman dari Basarnas Special Group yang memiliki kemampuan underwater," katanya.
Baca Juga: Spesifikasi Kapal Virgo Transport 8: Usia 39 Tahun, Kapasitas 756 Penumpang
Kemudian, potensi yang dari TNI AL meliputi Kopaska, tim penyelam, bahkan juga drone laut akan dikerahkan.
"Operasi di hari kedua ini mudah-mudahan akan bisa kita laksanakan lebih efektif untuk bisa mempercepat proses pencarian dan juga evakuasi korban," jelasnya.
Dia menyampaikan total ada 622 personel gabungan yang dikerahkan untuk melakukan pencarian korban hari ke-dua.
"Kekuatan yang terlibat dalam operasi ini, kalau tadi sarana-prasarana atau alutsista yang dioperasikan, jumlah personel yang terlibat dalam operasi pada hari ini saya sampaikan totalnya ada 622 orang," jelasnya.
Syafii menjelaskan, pada operasi hari kedua pencarian, beberapa unsur dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian korban.
Baca Juga: Bak Film Titanic: Detik-detik Penumpang Virgo Transport 8 Lompat ke Laut Sebelum Karam
Pertama, SAR udara mengoperasikan lima jenis pesawat, yakni:
- Pesawat dari Badan SAR Nasional berupa helikopter HR-3601 Jenis Dauphin.
- Pesawat dari TNI Angkatan Laut yaitu Panther HR-3603 Jenis Dauphin.
- Dari TNI Angkatan Laut pesawat CN-235.
- Pesawat dari Kepolisian jenis Dauphin.
- Cessna Caravan dari BNPB.
Kemudian unsur laut yang telah dikerahkan dalam pelaksanaan operasi ada 17 kapal. Beberapa di antaranya adalah:
Basarnas
KN SAR Laxmana
KN SAR Wisanggeni
KN SAR Kamajaya
KN SAR Permadi (dari Basarnas)
TNI AL
KRI I Gusti Ngurah Rai
KRI Nala
KRI Pulau Fani
KRI Fanupus
"Dan beberapa kapal dari seluruh potensi, baik itu dari PSDKP, KKP, kemudian teman-teman Kepolisian, dan juga dari jajaran Kementerian Perhubungan," imbuhnya.
Baca Juga: Sebelum Terbalik, Kapal Virgo Transport 8 Dihantam Ombak dari Kanan