← Beranda
Soal Insiden KM Virgo Transport 8, Kemenhub Ungkap Fakta Penting
Ryandi ZahdomoSenin, 14 September 2026 | 00.37 WIB
Kapal Virgo Transport 8 dinyatakan hilang kontak dan diyakini tenggelam di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). (Instagram @pt.virgokaryashipping)

JawaPos.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Perhubungan Laut mengungkapkan kronologi detik-detik kapal penumpang KMP Virgo Transport 8 mengalami kemiringan atau listing hingga lost contact di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari.

Kapal berukuran 8.540 GT tersebut bertolak dari Pelabuhan Surabaya menuju Pelabuhan Banjarmasin sebelum insiden terjadi. Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto menjelaskan, kapal yang membawa ratusan penumpang dan belasan kru ini mulai mengalami kendala teknis serta hilang kontak di sekitar perairan Masalembo sekitar pukul 02.00 LT.

"Kami telah merespons cepat laporan insiden yang dialami KMP Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembo. Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi," ujar Heri pada Minggu (13/9).

 

Data Manifes dan Evakuasi Korban

Berdasarkan data manifes resmi, kapal yang dinakhodai Arief Yunianto dan dioperasikan oleh PT Virgo Karya Shipping tersebut mengangkut total 243 orang. Rinciannya terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet, beserta muatan 89 unit kendaraan.

Upaya penyelamatan langsung digelar oleh tim SAR gabungan bersama BASARNAS Banjarmasin, KN Kunyit milik Distrik Navigasi Banjarmasin, serta bantuan kapal melintas seperti KM Hai Da, MT Mau Ha, dan TB TCP.

"Data sementara, sebanyak 107 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, 6 orang meninggal dunia, sementara proses pencarian dan pendataan lebih lanjut terus berlangsung," kata Heri.

 

 

Langkah Penanganan dan Investigasi

Untuk mempercepat penanganan darurat dan koordinasi dengan pihak keluarga korban, KSOP Kelas I Banjarmasin telah mendirikan posko khusus di Terminal Penumpang Bandarmasih, Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Mengenai dugaan penyebab kecelakaan, baik faktor cuaca, teknis, maupun manusia, pihak otoritas menegaskan masih melakukan proses penyelidikan mendalam.

"KSOP Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penanganan insiden ini secara berkala dan akan menyampaikan pembaruan informasi resmi kepada masyarakat seiring dengan progress di lapangan," katanya.

 

EDITOR: Diar Candra