← Beranda
Kronologi KM Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang
Muhammad RidwanMinggu, 13 September 2026 | 21.27 WIB
Kapal Virgo Transport 8 dinyatakan hilang kontak dan diyakini tenggelam di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). (Instagram @pt.virgokaryashipping)

JawaPos.com - Sebanyak 140 orang masih dinyatakan hilang dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8, yang dilaporkan hilang kontak dan diyakini tenggelam di perairan Laut Jawa. 

Kapal tersebut diduga mengalami persoalan setelah menghadapi kondisi cuaca buruk di Laut Jawa.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan, informasi hilangnya kapal diterima Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA. 

Berdasarkan laporan awal, insiden tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 WITA.

Baca Juga: Versi BMKG Kondisi Cerah Saat Kapal Virgo Transport 8 Berangkat dari Surabaya

"Berdasarkan informasi yang diterima, kapal Virgo Transport 8 diketahui hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA setelah sebelumnya dilaporkan sedang menghadapi kondisi cuaca buruk dalam perjalanan menuju Banjarmasin," kata I Putu Sudayana dalam keterangannya, Minggu (13/9).

Kapal Virgo Transport 8 diketahui berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9) pukul 10.13 GMT.

Posisi terakhir yang diterima, kapal berada di perairan Laut Jawa, dengan jarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 04.30 WITA Kantor SAR Banjarmasin mengirim satu tim rescue berjumlah enam personel menggunakan Rescue Car D-Max menuju Dermaga SAR Basirih.

"Tim selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju lokasi perkiraan posisi terakhir menggunakan KN SAR Laksmana 241, dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam," ungkapnya.

Baca Juga: 30 Ambulans Relawan Siaga di Banjarmasin untuk Korban Kapal Virgo Transport 8

Dalam pelaksanaan operasi pencarian, lanjutnya, Kantor SAR Banjarmasin berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait.

Di antaranya KSOP Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi Banjarmasin, PT Pelindo Banjarmasin, serta agen kapal Virgo Cabang Banjarmasin.

Dalam operasi pencarian tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah alat utama sistem pencarian dan pertolongan. Bahkan, unsur udara turut dijerahkan menggunakan Helikopter HR-3601.

Sementara dari unsur laut, pencarian melibatkan KN SAR Laksamana 241, KN SAR 249 Permadi, KRI Nala, serta KN Kunyit.

Seluruh unsur dikerahkan untuk menyisir wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir kapal.

Baca Juga: Kapal Tanker Pertamina Evakuasi 16 Korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Berdasarkan data sementara yang diterima tim SAR, KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang atau person on board (POB).

Hingga saat ini, sebanyak 103 orang telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan menggunakan sejumlah kapal.

Dari 103 orang yang telah dievakuasi, sebanyak 16 orang ditemukan dan dievakuasi oleh TB Mauhaw IX.

Dari jumlah tersebut, 15 orang dinyatakan selamat, sedangkan satu orang meninggal dunia.

Sebanyak 38 orang lainnya berhasil dievakuasi melalui TB TCP dan seluruhnya dilaporkan selamat.

Baca Juga: RS Bhayangkara Banjarmasin Disiagakan untuk Rawat Korban Kapal Virgo Transport 8

Sementara 49 orang berhasil dievakuasi oleh MV Haida dan seluruhnya juga dalam kondisi selamat.

Sehingga, masih terdapat 140 orang yang belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.

Data terkait jumlah maupun kondisi korban juga masih terus dikonfirmasi oleh petugas yang berada di lapangan.

“Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dalam operasi ini. Keselamatan korban menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasi SAR," ucap Sudayana.

Pencarian dilakukan secara intensif dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: Keluarga Penumpang Virgo Transport 8 Terus Memantau Informasi di Pelabuhan Trisakti

Operasi melibatkan unsur TNI AL, instansi terkait, serta berbagai potensi SAR untuk memperbesar peluang menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.

Tim SAR gabungan hingga kini masih berupaya mendapatkan informasi terbaru mengenai posisi kapal maupun korban.

"Setiap perkembangan dari lapangan terus menjadi bahan evaluasi untuk menentukan strategi pencarian berikutnya," pungkasnya.

 

EDITOR: Bayu Putra