← Beranda
Temuan Helm, Jeriken, Life Jacket Tak Terkait Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Muhammad RidwanMinggu, 13 September 2026 | 20.23 WIB
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian 5 wartawan atau jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. (Istimewa)

JawaPos.com - Upaya pencarian terhadap lima jurnalis hilang di perairan Selat Sunda terus dilakukan oleh Tim Sar Gabungan. Aparat Kepolisian melalui Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang yang ditemukan di sekitar perairan Selat Sunda, tepatnya di sebelah timur Pulau Rakata pada Sabtu (12/9).

Barang-barang tersebut ditemukan oleh kapal KN SAR Tetuka dalam proses pencarian terhadap sejumlah jurnalis dan kru KM Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Adapun barang yang ditemukan terdiri dari satu helm plastik berwarna merah, satu jeriken plastik berwarna biru dengan tutup hitam, serta dua buah life jacket berwarna oranye.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan seluruh barang temuan tersebut telah diserahterimakan kepada pihak terkait untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal. Karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II," kata Maruli Ahiles Hutapea dalam keterangannya, Minggu (13/9).

Selain life jacket, polisi juga memeriksa jeriken berwarna biru yang ditemukan di lokasi. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa jeriken tersebut memiliki karakteristik berbeda dengan jeriken yang digunakan KM Arupadhatu 1.

"Terdapat perbedaan fisik antara jeriken temuan dengan jeriken milik kapal. Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih dan polos tanpa penanda. Sedangkan jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, memiliki tutup berwarna hitam dan terdapat tulisan pada bagian jeriken," jelasnya.

Maruli menambahkan, pemeriksaan terhadap isi jeriken juga menemukan adanya perbedaan. Cairan yang berada di dalam jeriken tersebut mengeluarkan aroma minyak sayur, bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan oleh KM Arupadhatu 1.

Sementara itu, helm plastik berwarna merah yang turut ditemukan di lokasi juga dipastikan bukan merupakan perlengkapan milik KM Arupadhatu 1.

 

Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan pengecekan terhadap perlengkapan yang tersedia di kapal. KM Arupadhatu 1 diketahui tidak memiliki ataupun menyediakan helm dengan jenis dan karakteristik seperti barang temuan tersebut.

Polda Banten hingga kini masih melakukan proses pencarian dan pemeriksaan untuk mengungkap keberadaan para jurnalis dan kru KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Maruli meminta masyarakat tetap tenang serta tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Menurutnya, setiap perkembangan dalam proses pencarian akan disampaikan melalui kanal resmi.

"Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi," ujar Maruli.

 

 

EDITOR: Diar Candra