← Beranda
Polisi Pastikan 2 Pelaku Penembakan di Dinas Pertanian Jayawijaya Masuk DPO
Syahrul YunizarSabtu, 12 September 2026 | 18.43 WIB
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi penembakan 3 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya pada Kamis (10/9). (Polri)

 

JawaPos.com - Berdasar kesaksian korban selamat, pelaku penembakan 3 pegawai Dinas Peternakan Kabupaten Jayawijaya berjumlah 8 orang. Polisi sudah mengidentifikasi 2 diantaranya para pelaku tersebut. Mereka sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Menurut Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo, identifikasi tersebut dilakukan setelah polisi menyandingkan cuplikan video yang beredar dengan data dan ciri-ciri yang telah dikantongi. Hasil pencocokan tersebut mendapati fakta bahwa 2 pelaku adalah buronan.

”Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki, serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan 2 orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami,” kata dia kepada awak media dikutip pada Sabtu (12/9).

Kombes Yusuf menyebut, PN dan KT memang terkait dengan sejumlah kasus kekerasan di Papua. Keduanya merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama yang dipimpinan oleh Egianus Kogoya. Mereka terlibat dalam penembakan yang terjadi dalam Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB).

Peristiwa penembakan itu terjadi di Kabupaten Jayawijaya pada 8 Agustus 2026 lalu. Saat itu 2 warga sipil mengalami luka tembak. Selain itu, PN dan KT juga terlibat dalam perkara penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens di Kabupaten Nduga pada 7 Februari 2023.

”Ini merupakan sebuah perkembangan bagi kami. Dari hasil identifikasi ini, kami masih terus melakukan pengejaran untuk mengetahui keberadaan para pelaku,” jelas Yusuf.

Saat penembakan 3 pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya terjadi, para korban hendak memberikan ternak anak babi, melakukan pengecekan lahan cetak sawah, serta memberikan penyuluhan. Dalam perjalanan kembali menuju Wamena, kendaraan yang mereka tumpangi diduga diadang oleh KKB.

Ketiga korban kemudian diminta untuk turun dari kendaraan dan digiring menuju belakang kendaraan. Tidak lama setelah itu terdengar 3 kali letusan senjata api. Setelah menembak ketiga korban, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil Penyelidikan dan informasi awal yang sudah diperoleh pihak kepolisian, para pelaku diduga membawa 2 pucuk senjata api laras panjang serta sejumlah parang. Sampai hari ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap rangkaian kejadian tersebut, termasuk mencari tahu motif dan pihak-pihak terlibat.

”Target mereka adalah mengganggu kamtibmas dan menimbulkan rasa takut di masyarakat. Karena itu, kami terus melakukan pengejaran dan pengembangan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat,” kata Yusuf.

EDITOR: Estu Suryowati