← Beranda
Demokrat Optimistis Rebut Kembali Hati Rakyat, Jemmy Setiawan: Harus Dibangun dengan Fondasi Kuat
Latu Ratri MubyarsahSabtu, 12 September 2026 | 18.32 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat acara HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Partai Demokrat dinilai memiliki peluang besar untuk kembali memperkuat posisi politiknya dan merebut kepercayaan publik menjelang Pemilu 2029.

Namun, optimisme tersebut harus dibangun di atas fondasi kepemimpinan, pengalaman, kekuatan organisasi, dan kerja politik yang nyata di tengah masyarakat.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Jemmy Setiawan menyatakan, seperempat abad perjalanan Demokrat seharusnya tidak hanya menjadi momentum perayaan organisasi atau nostalgia atas masa lalu, melainkan kesempatan untuk menyiapkan masa depan partai.

Baca Juga: Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat Hilang di Selat Sunda, TIM SAR Perluas Pencarian Laut dan Udara

”Saya melihat harapan itu ada. Namun, dalam politik, harapan tidak cukup dibangun dari optimisme. Harapan harus memiliki fondasi,” kata Jemmy.

Dia menjelaskan, setidaknya terdapat empat modal utama yang saat ini dimiliki Demokrat, yakni pengalaman dan warisan kepemimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain itu, kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), penguatan struktur partai, serta manajemen organisasi yang berjalan efektif.

Baca Juga: Biar Satu Komando, 3 Helikopter Chinook Jepang di Kalimantan Dikendalikan Lanud Supadio

SBY Menjadi Sumber Pengalaman Politik

Jemmy mengatakan, kontribusi SBY tidak hanya terletak pada statusnya sebagai pendiri dan tokoh sentral Demokrat, tetapi juga pengalaman selama memimpin pemerintahan selama dua periode.

Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi aset berharga yang dapat menjadi fondasi pengetahuan bagi partai dalam merespons tantangan zaman.

”Warisan terbesar SBY justru harus dibaca sebagai pengalaman dan pengetahuan kelembagaan,” terang Jemmy.

”Pengalaman tentang bagaimana mengelola pemerintahan, menjaga stabilitas, menghadapi krisis, membangun kebijakan publik, serta mengelola hubungan antara politik dan kepentingan negara,” imbuh dia.

Meski begitu, Jemmy menegaskan, Demokrat tidak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu.

”Tantangan Indonesia hari ini berbeda dengan Indonesia dua dekade lalu,” ujar Jemmy.

Baca Juga: Tim SAR Sebut Informasi Orang Terdampar Dalam Pencarian 5 Jurnalis Tidak Valid

AHY Dinilai Menjadi Jembatan Regenerasi

Selain SBY, Jemmy menilai AHY menjadi modal penting dalam proses regenerasi kepemimpinan Demokrat.

Menurut Jemmy, AHY memiliki peluang untuk menjembatani pengalaman generasi sebelumnya dengan aspirasi pemilih muda yang semakin dominan dalam peta politik nasional.

”Regenerasi harus menghasilkan cara kerja, gagasan, komunikasi, serta kapasitas kepemimpinan yang relevan dengan zamannya,” tutur Jemmy.

Baca Juga: Wilwatikta Awards 2026 Siap Digelar, JawaPos.com Gandeng BPS-Pemprov Jatim Beri Award Berbasis Data

Dia menambahkan, generasi muda cenderung menilai pemimpin berdasar rekam jejak dan solusi yang ditawarkan saat ini, bukan semata-mata berdasarkan sejarah politik masa lalu.

Karena itu, lanjut dia, kekuatan AHY akan ditentukan oleh kemampuannya membangun rekam jejak kepemimpinan sendiri dan mendekatkan Demokrat dengan kebutuhan masyarakat.

Konsolidasi Struktur Partai Dinilai Penting

Jemmy juga menyoroti pentingnya konsolidasi struktur partai hingga ke tingkat akar rumput.

Baca Juga: Sebagian KPM Mulai Ketergantungan Bansos, Ada yang 18 Tahun Dibantu

Menurut dia, partai politik tidak dapat hidup hanya di tingkat elite atau pusat kekuasaan, melainkan harus hadir di tengah masyarakat melalui jaringan organisasi yang aktif.

”DPP, DPD, DPC, struktur di bawahnya, anggota legislatif, organisasi sayap, badan-badan partai, kader, kepala daerah, hingga jejaring relawan dan simpatisan harus mulai bergerak dalam irama yang sama,” tandas Jemmy.

Dia menilai konsolidasi organisasi tidak cukup diwujudkan melalui rapat atau kegiatan seremonial.

Jemmy menegaskan, kader harus hadir langsung mendengarkan dan membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

Baca Juga: Impor Minyak Mentah Rusia Tahap Dua Dimulai Pemerintah Indonesia Demi Ketahanan Energi

Kepercayaan Publik Jadi Tantangan Utama

Meski memiliki sejumlah modal politik, Jemmy menegaskan tidak ada jaminan kemenangan dalam politik demokratis.

Menurut dia, kepercayaan publik tidak dapat diwariskan dari satu tokoh kepada tokoh lain maupun otomatis muncul karena keberhasilan masa lalu.

”Dalam demokrasi tidak ada deposito suara. Kepercayaan rakyat tidak dapat diwariskan dari seorang tokoh kepada tokoh lainnya,” kata Jemmy.

Baca Juga: DPR Desak Roadmap Pemberantasan KKB Pasca Penembakan di Jayawijaya

Karena itu, menurut dia, Demokrat harus mampu mengubah kekuatan internal yang dimiliki menjadi kepercayaan publik melalui kerja nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Dia menyebut sejumlah persoalan yang kini menjadi perhatian publik antara lain lapangan pekerjaan, harga kebutuhan pokok, pendidikan, kesempatan bagi generasi muda, peningkatan produktivitas petani, hingga penegakan hukum yang adil.

”Partai menjadi besar ketika rakyat merasa bahwa perjuangan partai juga merupakan perjuangan mereka,” ungkap Jemmy.

Baca Juga: Kapolri Perintahkan Polisi Tindak Pungli dan Premanisme yang Ganggu Aktivitas Perusahaan

Jemmy menegaskan, tujuan Demokrat tidak hanya berorientasi pada peningkatan kekuatan elektoral menjelang Pemilu 2029, tetapi juga membangun kembali hubungan yang kuat dengan masyarakat.

Dia menambahkan, tantangan berikutnya adalah mengubah kekuatan internal itu menjadi kepercayaan publik.

Jika seluruh modal tersebut dapat terus dipertemukan dengan kebutuhan nyata masyarakat, Demokrat memiliki alasan untuk optimistis menatap masa depan.

”Lebih penting dari itu, optimistis untuk kembali memperoleh sesuatu yang jauh lebih berharga dalam politik: kepercayaan dan hati rakyat,” ucap Jemmy.

Baca Juga: 5 Bayi Orangutan Terjebak di India, Pemerintah Upayakan Pemulangan Ke Indonesia Secepatnya

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah