← Beranda
800 Atlet Menembak Perebutkan Piala Panglima TNI di Open Tournament Jelang HUT ke-81 TNI
Syahrul YunizarSabtu, 12 September 2026 | 18.30 WIB
Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi membuka secara langsung Open Tournament Lomba Menembak Panglima TNI Cup 2026 pada Sabtu (12/9). Event tersebut bagian dari agenda menyambut HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober mendatang. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Sebanyak 800 atlet menembak turut serta dalam Open Tournament Lomba Menembak Panglima TNI Cup 2026. Dalam event yang diselenggarakan untuk menyambut HUT ke-81 TNI tersebut, ratusan itu memperebutkan piala panglima TNI.

Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi membuka secara langsung open tournament tersebut di Lapangan Tembak Djamsuri, Markas Brigade Parako 1 Pasgat, Jakarta Timur (Jaktim), pada Sabtu (12/9). Dia menyampaikan bahwa perlombaan tersebut sekaligus ajang pembinaan atlet.

”Bahwa pertama adalah tujuannya untuk menjaring atlet-atlet yang berprestasi, yang dapat menunjang pembinaan olahraga nasional,” kata dia kepada awak media.

Menurut Tedi, pembinaan atlet menembak harus dilakukan secara terus-menerus. Baik lewat kegiatan di klub maupun event-event lomba seperti Panglima TNI Cup 2026. Dari lomba-lomba itu, mereka bisa mengasah kemampuan untuk meraih prestasi level nasional maupun internasional.

”Sehingga prajurit-prajurit yang berprestasi itu dia akan rutin mengikuti turnamen-turnamen, open tournament. Dengan seringnya mengikuti open tournament itu, mentalnya akan semakin tangguh dan juga nembaknya akan semakin bagus,” jelasnya.

Perwira tinggi (pati) bintang tiga TNI AU itu mengaku, instansinya memang concern dan fokus pada prestasi menembak. Sehingga mereka selalu terlibat dalam berbagai lomba, khususnya lomba-lomba yang diselenggarakan oleh internal TNI dan TNI AU dalam berbagai kesempatan.

”Untuk peserta kali ini itu sekitar 800 peserta. Kalau materi (lomba) eksekutif tadi yang seperti disampaikan itu di 20 meter, itu untuk presisi. Kemudian nanti ada duel plate. Nah, itu yang seru. Jadi, ada plate sekitar sekitar 6 itu peserta hanya diberi 7 pelur, berarti hanya boleh gagal 1 kali,” bebernya.

Selain pembinaan atlet, yang tidak kalah penting dari pelaksanaan lomba tersebut adalah memperkuat sinergi antara TNI dengan Polri. Sebab, bukan hanya atlet-atlet menembak, para prajurit TNI dan personel Polri juga turut dilibatkan dalam perlombaan tersebut.

Beberapa pati dari TNI AU, TNI AD, TNI AL, dan Polri terlibat. Dalam acara pembukaan, Panglima Korpasgat Marsekal Madya TNI Deny Muis, Panglima Koarmada Republik Indonesia Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, dan Panglima Kostrad Letjen TNI Mohammad Fadjar turut hadir.

EDITOR: Estu Suryowati