← Beranda
Gibran Soroti Nasib Orangutan di Tengah Karhutla: Habitat Tak Boleh Diabaikan
Muhammad RidwanJumat, 11 September 2026 | 22.24 WIB
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming meninjau langsung Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9).

 

JawaPos.com - Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming meninjau langsung Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan orangutan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan secara optimal.

Dalam kunjungan itu, Gibran melihat secara langsung kondisi orangutan sekaligus fasilitas yang digunakan untuk merawat satwa dilindungi tersebut. Pusat rehabilitasi Nyaru Menteng sendiri dikelola oleh Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

Gibran didampingi dokter hewan dan para pegiat konservasi satwa saat berkeliling di sejumlah area rehabilitasi. Ia juga berdialog dengan dokter hewan, relawan, serta tim yang sehari-hari bertugas memastikan kebutuhan orangutan terpenuhi.

Sejumlah hal menjadi perhatian Gibran, mulai dari kebutuhan obat-obatan hingga penanganan medis bagi orangutan yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan yang terdampak karhutla.

"Penanganan karhutla harus menyeluruh. Manusia harus terlindungi, tetapi satwa dan habitatnya juga tidak boleh kita abaikan," kata Gibran dalam keterangannya, Jumat (11/9).

Salah satu lokasi yang dikunjungi Gibran adalah Forest School BOSF Nyaru Menteng. Saat ini, sebanyak 17 orangutan menjalani proses pembinaan di tempat tersebut sebelum nantinya dikembalikan ke habitat yang dinilai sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selanjutnya, Gibran meninjau area Karantina Individu Orangutan. Sekitar 90 orangutan berada di kawasan tersebut dan mendapatkan perawatan di kandang-kandang yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing satwa.

Dalam kesempatan itu, Gibran turut menyaksikan proses nebulisasi. Perawatan tersebut dilakukan dengan memberikan uap untuk membantu mengatasi gangguan pernapasan yang dialami orangutan, terutama akibat buruknya kualitas udara selama karhutla.

Tak hanya meninjau kondisi satwa, Gibran juga memberikan bantuan untuk mendukung kegiatan operasional dan perawatan orangutan di Nyaru Menteng. Bantuan yang diserahkan di antaranya obat-obatan, bawang bombay, serta alat nebulizer.

Gibran menilai upaya penyelamatan satwa tidak dapat berhenti pada penanganan hewan yang sakit atau terluka. Menurutnya, pemulihan juga harus menyentuh lingkungan tempat satwa tersebut hidup, termasuk memastikan kembali ketersediaan makanan dan air.

"Perlindungan satwa dan pemulihan lingkungan adalah hal penting yang saling terkait. Termasuk penyembuhan hewan yang terluka serta penyediaan kembali sumber pakan, air dan ekosistem bagi satwa," tegasnya.

Ia pun menyampaikan penghargaan kepada para dokter hewan, relawan, yayasan, pegiat konservasi, serta seluruh pihak yang selama ini konsisten melakukan perlindungan terhadap satwa Indonesia.

Gibran berharap kerja para pegiat konservasi dapat terus memberikan dampak nyata, khususnya ketika satwa dan habitatnya menghadapi ancaman akibat bencana karhutla.

"Terima kasih kepada para dokter hewan, pecinta hewan, relawan, yayasan dan seluruh tim yang terus melakukan perawatan untuk melindungi satwa Indonesia. Aksi nyata Bapak Ibu semua sangat berarti," pungkasnya.

EDITOR: Estu Suryowati