JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGB) akan menyiapkan mekanisme pendaftaran chef yang bekerja di dapur-dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Profil dan pengalaman para chef akan diperiksa sebelum mendapat rekomendasi untuk bekerja di dapur mitra.
"Nah, jadi saya ingin Bapak Ibu semua, nanti akan kami buatkan semacam link khusus, untuk kemudian chef yang ada di dapur-dapur anda semua itu kemudian didaftarkan kepada kami," kata Kepala BGN Sudaryono melalui pernyataannya di akun instagram resmi @sudaru_sudaryono, dikutip Kamis (10/9).
Sudaryono menilai chef menjadi salah satu kunci penting karena memiliki pengetahuan mengenai bahan makanan, proses memasak, hingga waktu yang tepat untuk mengolah makanan.
"Chef itu dia ngerti belanja barang, dia ngerti masak apa yang gampang basi, dia ngerti. Kemudian dia ngerti masaknya harus jam berapa, matangnya jam berapa, berapa lama, itu paling tidak yang ngerti adalah chef," ujarnya.
Baca Juga: Kapal Militer Jepang yang 3 Helikopter Pemadam Karhutla Tiba di Indonesia
Dia menambahkan, chef yang diusulkan yayasan nantinya harus memiliki sertifikat dan pengalaman. BGN juga akan memeriksa latar belakang serta pengalaman chef tersebut.
"Jadi chef yang anda (mitra) usulkan, kami cek background-nya, kami cek pengalamannya. Oke, saya keluarkan surat rekomendasi untuk bisa bekerja di eh, di yayasan Bapak Ibu atau di dapurnya Bapak Ibu semua," tuturnya.
Menurut Sudaryono, keberadaan chef dan kepedulian yayasan menjadi dua faktor yang kerap ditemukan pada dapur MBG dengan menu yang bagus dan disukai anak-anak.
"Saya tahu banyak yang sudah bagus, aku lihat di social media yang menunya bagus-bagus. Dengan uang Rp10.000 menunya bisa bagus saya tahu. Itu, itu semua adalah hasil dari kerja sama yang ada di dapur itu," pungkasnya.