JawaPos.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengerahkan 53 armada udara dan memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) serta Kalimantan Tengah (Kalteng) setelah terdeteksi 134 titik panas di Kalbar per Rabu (9/9).
Sementara itu, Kalimantan Selatan (Kalsel) tercatat bebas dari hotspot kepercayaan tinggi atau high confidence.
Berdasarkan pemantauan satelit SiPongi Kemenhut per pukul 21.04 WIB, total hotspot high confidence secara nasional berada di angka 395 titik. Jumlah tersebut turun tipis dua titik dibandingkan hari sebelumnya.
Baca Juga: Kasus Dugaan Uang Palsu SGD 340 Ribu, Kuasa Hukum Pelaku Ngaku Sudah Serahkan ke Polisi
"Pemantauan terbaru menunjukkan Kalimantan Selatan nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Perhatian operasi saat ini terutama diarahkan ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, Kamis (10/9).
Sebaran Titik Panas di Enam Provinsi Prioritas
Dari total titik panas yang terdeteksi secara nasional, konsentrasi utama berada di enam provinsi prioritas pengendalian karhutla:
- Kalimantan Barat: 134 titik
- Kalimantan Tengah: 81 titik
- Sumatera Selatan: 35 titik
- Riau: 15 titik
- Jambi: 4 titik
- Kalimantan Selatan: 0 titik
Kemenhut menegaskan bahwa keberadaan hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan tanah dan tidak selalu menggambarkan satu kejadian kebakaran tunggal. Satu titik api di lapangan dapat terdeteksi menjadi beberapa hotspot oleh satelit, sehingga verifikasi lapangan (groundcheck) tetap mutlak dilakukan.
Jarak Pandang Pontianak Anjlok ke Angka 2 Kilometer
Tingginya konsentrasi titik panas di Kalimantan Barat berdampak langsung pada kualitas udara dan jarak pandang di wilayah pemukiman. Data meteorologi penerbangan BMKG mencatat penurunan jarak pandang akibat asap di sejumlah area prioritas pada Rabu siang:
Baca Juga: Bank Jateng dan PT PII Perkuat Pembiayaan Infrastruktur Daerah melalui Skema KPDBU
- Pontianak: ± 2 km (berasap)
- Jambi: ± 3 km (berasap)
- Pekanbaru: ± 4 km (berasap)
- Palangka Raya: ± 4,5 km (berasap)
- Palembang: ± 5 km (berasap)
- Banjarmasin: ± 9 km (cerah berawan)
Pemantauan partikuler PM2,5 menunjukkan kualitas udara di beberapa wilayah Kalimantan berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan beberapa area tersentuh level berbahaya.
53 Armada Udara Disiagakan
Guna menekan sebaran api, tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni Kemenhut, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemda, dan masyarakat terus melakukan pemadaman darat, penyekatan api, hingga pendinginan lahan gambut.
Baca Juga: Sejoli di Tamansari Tega Habisi Bayi Baru Lahir karena Panik Tangisan Terdengar Tetangga Kos
Langkah ini diperkuat dengan pengerahan 53 unit armada udara yang dibagi ke dalam dua fokus operasi:
- 19 armada: Patroli udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan.
- 34 armada: Operasi pemadaman dari udara (water bombing).
Kemenhut mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga diharapkan segera melaporkan kemunculan asap atau titik api kepada petugas terdekat agar penanganan dini dapat segera diupayakan.