← Beranda
Komdigi Perkuat Jaringan Telekomunikasi Untuk Cari 5 Jurnalis Hilang
Nanda PrayogaKamis, 10 September 2026 | 01.59 WIB
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian 5 wartawan atau jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. (Istimewa)

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendukung operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat dengan memperkuat jaringan telekomunikasi di Selat Sunda.

Kelima jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya yakni M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara; Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews.id; Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency; serta Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut.

Ia mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa bagi seluruh anggota rombongan yang masih dalam proses pencarian.

Baca Juga: Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat Hari Kedua Nihil, Area SAR Diperluas

“Kami turut merasakan kekhawatiran keluarga, rekan-rekan pers, dan seluruh masyarakat. Doa kami menyertai M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, Donal Husni, serta seluruh awak kapal yang berada dalam rombongan tersebut. Semoga seluruhnya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Meutya di Jakarta, Rabu (9/9).

Rombongan tersebut diketahui berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Senin (7/9) siang untuk melakukan peliputan aktivitas vulkanik.

Namun, komunikasi dengan rombongan terputus tidak lama setelah mereka berangkat.

Sampai Rabu siang, tim gabungan masih belum menemukan keberadaan lima jurnalis dan tiga kru speedboat tersebut.

Operasi pencarian dan pertolongan pun terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di kawasan Selat Sunda.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau-Ombak Tinggi Hambat Pencarian 5 Jurnalis Hilang

Dalam penanganan kejadian ini, Kemkomdigi melakukan koordinasi dengan Basarnas sebagai lembaga yang berwenang dalam operasi pencarian dan pertolongan.

Koordinasi juga dilakukan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, serta sejumlah pihak lainnya.

“Koordinasi dilakukan untuk mendukung kelancaran operasi pencarian dan memastikan informasi mengenai perkembangan situasi dapat disampaikan secara tepat dan terverifikasi,” jelas Meutya.

Dukungan Kemkomdigi juga diarahkan pada aspek konektivitas. Kementerian berkoordinasi dengan operator telekomunikasi untuk memastikan kebutuhan komunikasi yang diperlukan selama proses pencarian dan pertolongan dapat terpenuhi.

“Melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Kemkomdigi juga memberi dukungan upaya pencarian rombongan wartawan dengan penguatan kualitas telekomunikasi di wilayah sekitar Selat Sunda,” ungkapnya.

Baca Juga: Lima Jurnalis Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau, DPR Minta Pencarian Dioptimalkan

“Kemkomdigi akan terus mengevaluasi kebutuhan dukungan jaringan sesuai perkembangan operasi di lapangan,” lanjut Meutya.

Sebagai mantan jurnalis, Meutya turut mengingatkan pentingnya menjadikan aspek keselamatan sebagai pertimbangan utama ketika melakukan peliputan di lapangan.

Hal tersebut dinilai semakin penting ketika kegiatan jurnalistik dilakukan di kawasan yang memiliki potensi bencana.

“Karena itu, kami mengimbau seluruh insan pers maupun masyarakat untuk mematuhi batas aman dan arahan otoritas terkait, tidak mendekati kawasan berbahaya, serta memperhatikan perkembangan cuaca, kondisi laut, dan aktivitas vulkanik sebelum melakukan kegiatan di lapangan,” imbau Meutya.

Selain mendukung pencarian, Kemkomdigi meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarluaskan berbagai informasi terkait kejadian tersebut sebelum kebenarannya dipastikan.

Baca Juga: Operasi SAR 5 Jurnalis dan 3 Kru di Selat Sunda masih Berlangsung, Pos Antemortem Disiapkan

“Kami mendorong masyarakat untuk memperoleh dan menyebarluaskan informasi yang berasal dari sumber resmi dan terverifikasi, antara lain Basarnas, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, serta otoritas terkait lain,” terangnya.

Pemerintah juga mengingatkan agar informasi yang belum terkonfirmasi tidak disebarkan.

Hal ini mencakup kabar mengenai dugaan kondisi para korban, titik keberadaan rombongan, maupun informasi mengenai perkembangan operasi SAR.

“Kemudian, tidak membuat atau menyebarkan spekulasi, konten yang menyesatkan, hoaks, maupun informasi yang dapat menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat,” tambah Meutya.

Di tengah berlangsungnya operasi pencarian, Kemkomdigi juga meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada keluarga korban dan tim SAR untuk menjalankan proses tersebut tanpa tekanan.

Baca Juga: Polda Lampung Perkuat Pencari 5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Menurut Meutya, keselamatan seluruh anggota rombongan serta kelancaran operasi merupakan hal yang harus menjadi perhatian utama.

“Kemkomdigi akan terus memantau perkembangan informasi di ruang digital dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga serta pihak terkait,” sebut Meutya.

Ia menambahkan, perkembangan resmi mengenai proses pencarian akan disampaikan melalui saluran komunikasi pemerintah.

Masyarakat pun diminta ikut menjaga agar informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menimbulkan keresahan.

“Yang paling utama saat ini adalah mendoakan keselamatan seluruh rekan jurnalis dan awak kapal, serta mendukung upaya pencarian agar mereka dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkasnya.

Baca Juga: 153 Juta Data SIM Bocor di Dark Web, Termasuk SIM Jurnalis dan Menhan AS

EDITOR: Bayu Putra