JawaPos.com - Tim SAR Gabungan masih terus berusaha mencari 5 jurnalis di Selat Sunda. Berdasar laporan, kelima jurnalis tersebut hilang kontak saat bertugas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Senin siang (7/9).
Kasubdit Patroli Airud Polda Banten AKBP Lis Handaya menyampaikan bahwa hingga pukul 17.36 WIB sore tadi (8/9), operasi pencarian masih dilakukan. Namun hasilnya nihil.
”Patroli Airud (Polda Banten) bersama gabungan dari Basarnas melaksanakan kegiatan evakuasi pencarian terhadap diduga 5 wartawan atau jurnalis yang pada hari Senin tanggal 7 September kemarin 14.00 WIB,” terang Lis.
Menurut Lis, proses pencarian melibatkan 23 personel dari kepolisian. Mereka menyisir Perairan Selat Sunda. Khususnya di sekitar Gunung Anak Krakatau atau pada koordinat 06°14'40.52''S 105°40'49.48"T.
”Situasi untuk laut cuaca ombak 0,5 sampai 1 meter, angan angin dari arah timur menuju barat dengan kecepatan 5 sampai 10 knot. Untuk abu vulkanik masih terpantau sebarannya di area sekitaran Banten,” bebernya.
Berdasar informasi yang diterima oleh Polda Banten, 5 orang jurnalis tersebut hilang kontak setelah menaiki Speed Boat milik Pak Lurah Carita dan bertolak dari Dermaga Pagedongan.
Identitas kelima jurnalis itu adalah M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara), Ari Basuki (Jurnalis Merdeka), Yudhis (Jurnalis Inews), Daus (Jurnalis Anadolu), dan Donal (Freelance). Selain itu ada 3 orang lainnya yang terdiri atas Warta (55) selaku Kapten Kapal, Surakman (60) selaku anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai guide.