JawaPos.com - Putri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Reniyanti Hoegeng, wafat di usia 78 tahun pada Selasa (8/9). Kabar duka itu disampaikan oleh purnawirawan Polri, Chrysnanda Dwilaksana melalui akun media sosial (medsos) resminya.
Dalam unggahan tersebut, Chrysnanda mengunggah potret almarhumah. Dia pun menuliskan pesan duka cita yang menyebutkan bahwa putri sulung Jenderal Hoegeng itu telah berpulang pada pukul 00.44 WIB hari ini dalam perawatan di Rumah Sakit Eka Hospital.
”Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah Ibu, Kakak, Bude dan Eyang kami tercinta. Almarhumah Reniyanti Hoegeng binti Hoegeng Iman Santoso,” tulis Chrysnanda.
Rencananya, jenazah Reniyanti akan dimakamkan di Pemakaman Giri Tama Tonjong, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Di lokasi pemakaman itu pula, mendiang Hoegeng dimakamkan. Atas berpulangnya Reniyanti, Chrysnanda menyampaikan permohonan maaf untuk almarhumah.
Baca Juga: Pembeli Properti Indonesia Mulai Lirik Roselands Sebagai Alternatif Investasi di Australia
”Kami mohon dibukakan pintu maaf seluas-luasnya. Semoga almarhumah diampuni segala dosanya, diterima amal Ibadahnya,” tutup Chrysnanda.
Selain Chrysnanda, mantan gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Reniyanti. Dia mengaku mengenal Reniyanti sudah cukup lama. Bahkan tidak jarang berdiskusi sambil mengenang Hoegeng.
”Saya mengenal Mbak Reniyanti Hoegeng cukup lama. Kita sering bertemu dan diskusi, sambil nostalgia mengenang kisah-kisah hebat dari sosok Jenderal Hoegeng yang melegenda,” tulis Ganjar dikutip dari akun Instagramnya.
Berpulangnya Reniyanti menyusul kabar duka dari keluarga besar Hoegeng saat istri Hoegeng, Meryati, meninggal dunia pada Selasa, 3 Februari 2026. Serupa dengan suami dan putrinya, perempuan yang akrab dipanggil Eyang Mery juga dimakamkan di Tempat Pemakaman Giri Tama.