Dilansir dari laman Instagram @Injourneyairports, empat bandara yang terdampak penghentian operasional penerbangan tersebut merupakan bandara yang dikelola PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Bandara Radin Inten II (TKG), dan Bandara Husein Sastranegara (BDO).
“Dalam menghadapi ini, InJourney Airports berkomitmen untuk mengedepankan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang,” tulis laman Instagram @injourneyairports dikutip Senin (7/9).
Baca Juga: Ketika Produk Tas dan Jaket Kulit Garut Menjangkau Pasar Internasional
Penumpang diimbau untuk memantau status penerbangan secara berkala ke maskapai terkait dan/atau menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui telefon 172, akun sosial media @ccinjourneyairports, WhatsApp di nomor 0816-770-172, atau E-mail contact@injourneyairports.id.
Sementara itu, AirNav Indonesia kembali memperbarui informasi aeronautika terkait kondisi operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) seiring perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) A3387/26 (NOTAMR A3373/26), Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih berstatus closed akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penutupan berlaku mulai pukul 17.33 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 23.59 WIB, 7 September 2026.
NOTAM A3387/26 tersebut merupakan pembaruan atas NOTAM A3373/26 yang sebelumnya menetapkan periode penutupan hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
Baca Juga: 27 Kali Nonton Masih Menangis, Denny Sumargo Ungkap Alasan Hatinya Runtuh Gara-gara Film Baby Udon
EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, mengatakan penyesuaian periode penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan,” ujar Hermana.
AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.